Ayu


Berikut adalah gadis terindah yang di ciptakan di muka bumi ini, dia hadir untuk menghapuskan segala permasalah serta gundah di hati jika meliat senyumn ya yang manis. dia tak lebih dari manusia biasa yang di utus oleh Tuhan untuk menghilangkan kesedihan bagi umat manusia yang ada di muka bumi ini.


dia adalah salah satu keajaiban dunia, mutiara bagi kehidupan manusia, serta penyejuk hati dikala kita lagi gundah. dia tidak bisa di bandingkan dengan emas permata. dia lebih berharga dari semua logam mulia yang ada di muka bumi ini karena dia adalah Mahkluk Terindah.

Puisi Untuk Dia (Sahabatku)

Dear……..
Kupahatkan rasa kagumku lewat rangkaian kata yang sederhana ini
Elok merdu suaramu menggetarkan jiwaku
Wajahmu yang menawan membuatku terpana
Tingkahmu yang lucu membuatku tak tahan menahan senyum

Dear………
Andai aku disuruh memilih
Aku akan meminta kau!
Seandainya engkau yang memilih
Ku hargai pilihanmu
Tapi………
Kekagumanku tak bisa kusembunyikan
Semakin kutahan
Semakin Kurindu

Dear…….
Sungguh……..
Engkaulah makhluk yang telah membuatku kagum
Andai aku tak ingat pengawal kanan kiriku
yang selalu mencatat semua tingkahku
Mungkin……..
Aku sudah menjamahmu dan menikmati belaian lembut kasihmu

Dear ……….
namun ingatlah, bukan kecantikan  fisik yang membuatku jatuh kepayang
Tapi…….
kecantikan akhlak dan budi baikmu
Dear………
Aku akan senatiasa menjadi sahabatmu
Dear……….
Aku mencintaimu karna agama yang ada padamu
Dan…….
Jika kau hilangkan agama yang ada pada dirimu
maka……..
Hilanglah cintaku padamu

Semoga……..
Kekagumanku menyatukan kita dalam persahabatan yang takkan putus oleh waktu.

Wahyuni Irjayanti

Nb* : gadis imut, cantik dan ayu


Kutilis puisi ini,
kala dingin menusuk raga,
dan angin berhembus kecil,
mengelus sepoi-sepoi,
alam yang tenang,
damai, ngelangutkan diri,
akan seraut paras,
ayu, sumringah dan elok.

Kutulis puisi ini,
kala air telaga gemercik pelan,
seakan terbuai harmoni yang ada,
kelelawar berterbangan,
mengejek galau bathinku,
wahai siempunya paras,
bahagia diri ini,
hanya melihat paras ayumu.

Kaki kaki embun yang runcing,
menghempas menembus kulit bumi Selorejo.
Kaki kaki kekaguman yang terlarang,
tertambat paras ayumu

Kutulis puisi ini,
kala kekaguman yang terlarang,
merasuk raga & jiwa.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

~ oleh 12puby pada 29 Agustus 2010.

Satu Tanggapan to “Ayu”

  1. ada rasa yg mungkin tak bisa kita ungkapkan,,
    tapi kita saling memahami apa yg telah terjadi..

    ada cerita yg kita tunggu saat kita bertemu..
    tapi kita hanya mampu menggumam berbicara dalam hati..

    bodohnya kita….
    tapi begitu menyenangkan…
    apakah ini sebuah dosa…
    atau hanya kebohongan belaka..

    sedangkan kita tau …

    kau dan aku…….

    dan pada akhirnya kita hanya tertawa memandang nasib…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: