ORGANISASI DAN KODE ETIKA PROFESI


Pembentukan Organisasi Profesi

Tujuan umum sebuah profesi adalah memenuhi tanggung jawabnya dengan standar professional tinggi sesuai bidangnnya, mencapai tingkat kinerja yang tinggi, dengan orientasi kepada kepentingan public.

Untuk mencapai tujuan tersebut, terdapat 4 kebutuhan dasar yang harus di penuhi oleh sebuah profesi.

1. Kredibilitas

Bahwa masyrakat membutuhkan kredibilitas informasi dan sistem informasi yang dimiliki sebuah profesi.

2. Profesionalisme

Diperlukan individu yang dengan jelas dapat diidentifikasikan oleh pemakai jasa sebuah profesi sebagai professional di bidangnya.

3. Kualitas jasa

Adanya keyakinan bahwa semua pelayanan yang di berikan pelaku sebuah profesi memenuhi standar kinerja yang tinggi.

4. Kepercayaan

Pemakai jasa sebuah profesi harus merasa yakin bahwa terdapat kerangka etika profesionalisme yang melandasi pemberian jasa tersebut sehingga menimbulkan kepercayaan yang tinggi pada profesi yang bersangkutan.

Untuk memenuhi empat hal tersebut diatas dalam rangka menetapkan standar kualitas, menetapkan prinsip-prinsip professional dan menciptakan keprcayaan atas hasil kerja profesi dimata masyarakat maka diperlukan sebuah organisasi yang mengatur dan melakukan standarisasi terhadapnya, organisasi itulah yang di sebut Organisasi profesi.

Organisasi profesi ini juga merupakan bagian dari perkembangan sebuah profesi dalam proses profesionalisme untuk mengembangkan profesi ke arah status profesional yang di akui oleh pemerintah dan manyarakat pengguna jasa profesi tersebut.

  • · Berikut ini adalah penjelasan 3 dari 6 langkah proses profesional sebuah profesi sbb :

1. Munculnya asosiasi inforrmal

Asosiasi informal merupakan tempat berkumpulnya orang-orang yang memiliki minat sama terhadap suatu profesi atau perkerjaaan tertentu. Asosiasi tersebut biasanya berupa komunitas-komunitas independen yang belum secara formal menjadi suatu organisasi yang resmi diakui oleh pemerintah dan masyarakat.

2. Identifikasi dan adopsi terhadap ilmu pengetahuan tertentu

Oleh kerena memiliki kepentingan yang sama maka untuk mendukung pekerjaan yang dijalani, komunitasntersebut akan mengadopsi ilmu pengetahuan tertentu di bidangnya.

3. Para praktisi akan terorganisasi secara formal pada suatu lembaga

Seiring dengan berkembangnya lingkungan pekerjaan atau profesi yang di jalani baik dari sisi jumlah pelaku, profesi maupun perkembangan ilmu dan teknologi yang jadi lingkup pekerjaannya, maka dirasa perlu untuk memformalkan komunitas tersebut menjadi suatu organisasi resmi yang diakui oleh pemerintah dan masyarakat. Hal itulah yang menjadi titik munculnya organisasi profesi.

Setelah terorganisasi secara formal dalam suatu lembaga anggota-anggota dalam organisasi tersebut akan membuat kesepakatan mengenai persyarakatan profesi berdasarkan pengalaman atau kualifikasi tertentu. Mereka juga menentukan kode etik profesi yang menjadi aturan main dalam menjalankan sebuah profesi. Kode etik tersebut, seperti halnya persyaratan keanggotan, harus ditaati oleh semua anggota profesi yang bersangkutan.

Beberapa profesi penting di indonesia telah memiliki organisasi profesi secara formal diakaui oleh pemerintah maupun masyarakat pengguna jasa tersebut. Organisasi-organisasi profesi tersebut diantaranya adalah :

  • Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Merupakan organisasi yang mengatur standar profesionalisme dan aturan etka bagi profesi dokter di Indonesia.

  • Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)

Merupakan organisasi yang mengatur standar profesionalisme dan aturan etika bagi profesi akutan di indonesia. Keanggotaan dari IAI bersifat sukarela. Dengan menjadi anggota, seorang akuntan mempunyai kewajiban menjaga disiplin diri di atas dan melebihi yang di syaratkan hukum dan peraturan.

  • Persatuan Insinyur Indonesia (PII)

Merupakan organisasi profesi insinyur indonesia yang terdiri dari anggota-anggota yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang teknik, seperti : teknik mesin, teknik elektro, teknik kimia, dll.

  • Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Merupakan organisasi profesi yang mengatur standar profesionalisme dan aturan etika sarjana farmasi atau apoteker di Indonesia.

Fungsi Pokok Organisasi Profesi

Pada dasarnya organisasi profesi memiliki 4 fungsi pokok dalam kerangka peninngkatan profesionalisme sebuah profesi, yaitu :

1. Mengatur keanggotaan organisasi

Dalam hal ini, organisasi profesi menentukan kebijakan tentang keanggotaan, struktur organisasi, syarat-syarat keanggotaan sebuah profesi dan kemudahaan lebih lanjut lagi menentukan aturan-aturan yang lebih jelas dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.

2. Membantu anggota untuk dapat terus memperbaharui pengetahuan sesuai perkembangan teknologi.

Organisasi profesi melakukan kegiatan-kegiatan yanng bermanfaat bagi anggotanya untuk meningkatkan pengetahuan sesuai perkembangan dan tuntutan masyarakat yang membutuhkan pelayanan profesi tersebut.

3. Menentukan standarisasi pelaksanaan sertifikasi profesi bagi anggotanya.

Sertifikasi merupakan salah satu lambang dari sebuah profesionalisme. Dengan kepemilikkan sertifikasi yang di akui secara nasional maupun internasional maka orang akan melihat tingkat profesionalisme yang tinggi dari pemegang sertifikasi tersebut.

4. Membuat kebijakan etika profesi yang harus diikuti oleh semua anggota.

Etika profesi merupakan aturan yang diberlakukan untuk seluruh anggota organisasi profesi. Aturan tersebut menyangkut hal-hal yang boleh dilakukan maupun tidak serta pedoman keprofesionalan yang digariskan bagi sebuah profesi.

5. Memberi sangsi bagi anggota yang melanggar etika profesi.

Sangsi yang diterapkan bagi pelanggaran kode etik profesi tentunya mengikat semua anggota. Sangsi berfariasi, tergantung jenis pelanggaran dan bisa bersifat internal organisasi seperti misalnya Black List atau bahkan sampai dikeluarkan dari organisasi profesi tersebut.

Organisasi Profesi TI Indonesia

Di indonesia sudah berdiri sebuah organisasi profesi di bidang komputer sejak tahun 1974 yang bernama IPKIN. Pada awal berdirinya, IPKIN memang bukan merupakan organisasi profesi. IPKIN saat itu merupakan singkatan dari Ikatan Pengguna Komputer Indonesia, yang beranggotakan para praktisi pengguna komputer di indonesia. Namun seiring perkembangan IPKIN berganti dengan nama menjadi Ikatan Profesi Komputer dan Informatika Indonesia (Indonesia Computer Seciott – ICS).

IPKIN berkedudukan di ibukota Indonesia, Jakarta dan didirikan tepatnya pada 18 April 1974. Dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, disebutkan bahwa IPKIN merupakan organisasi masyarakat profesionalisme dalam bidang anggota komputer dan informasi serta merupakan suatu organisasi yang berstatus independen.

Azas, Tujuan Dan Fungsi

pada bagian azas, tujuan dan fungsi, dikatakan bahwa IPKIN berdasar pancasila. IPKIN bertujuan ikut meningkatkan pemanfaatan dan pengembangan teknologi komputer dan informatika di Indonesia sebagai wadah komunikasi, konsultasi dan koordinasi antara anggota. Hal itu dicapai dengan melaksanakan fungsi-fungsi sbb :

  • menyelenggarakan dan atau ikut serta dalam kegiatan kegiatan ilmiah seperti pendidikan, latihan, seminar, ceramah, lokasinya, diskusi dan lainnya sebagaimana yang berhubungan dengan bidang komputer dan informatika.
  • Menghimpun, mengelola dan mengembangkan bahan kepustakaan sesuai kemampuan yang ada.
  • Menerbitkan buletin IPKIN, nuku, makalah konferensi komputer nasional, juranal profesi, maupun dokumen lainnya, baik untuk kepentingan anggota maupun masyarakat umum.
  • Mengadakan kerja sama dengan organisasi sejenis, baik di dalam maupun luar negeri, selama maksud dan tujuan organisasi tersebut tidak bertentangan dengan maksud dan tujuan IPKIN.
  • Menyelenggarakan usaha-ussah lain yang dianggap perlu oleh IPKIN sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

Keanggotaan

Pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga IPKIN disebutkan bahwa keanggotaan IPKIN terdiri dari 4 jenis, yaitu anggota biasa, anggota muda, anggota kehormatan dan anggota perusahaan. Empat jenis keanggotan tersebut dapat dijelaskan masing-masing sebagai berikut :

1. Anggota biasa

Yang dapat diterima menjadi anggota biasa adalah perorangan warga negara indonesia, yang mewakili dirinya sendiri maupun yang disponsori oleh instasi/perusahaan tempat ia bekerja setelah memenuhi syarat-syarat berikut :

  • Telah menyelesaikan program pendidikan tingkat baik yang bersifat gelar maupun non-gelar dalam bidang computer dan informasi.
  • Perpengalaman kerja dalam bidang computer dan informatika yang dianggap memenuhi syarat oleh Dewan Pengurus Pusat/Cabang IPKIN untuk menjadi anggota biasa.

2. Anggota Muda

Yang masuk sebagai anggota muda adalah anggota masyarakat yang tidak memenuhi syarat salah satu kategori anggota, tetapi pekerjaan atau kesenangan (hobi) yang dimilikinya berhubungan dengan bidang computer dan informatika atau pemuda/pelajar/siswa yang berminat mengembangkan pengetahuannya dalam bidang computer dan informatika.

3. Anggota kehormatan

Adalah anggota masyarakat yang dinyatakan berhak menjadi anggota kehormatan IPKIN oleh penngurus karena perananya yang luar biasa dalam bidang kegiatan yang mendukung tercapainya tujuan-tujuan IPKIN.

Anggota kehormatan ditetapkan melalui prosedur penunjukan sbb :

  • Calon anggota kehormatan harus disponsori oleh salah seorang pengurus IPKIN, baik di cabang maupun di pusat.
  • Usaha penunjukan oleh sponsor harus diajukan secara tertulis atau dengan mengisi formulir yang disediakan dilengkapi dengan alasan-alasan yang memperkuat usullan tersebut.
  • Penerimaan sebagai anggota kehormatan di tentukan dan disetujui melalui Rapat Pleno Pengurus, baik di pusat maupun di cabang-cabang.
  • Ketua IPKIN atau Anggota Dewan Pengurus yang ditunjukan oleh sidang pleno menyampaikan keputusan tersebut kepada yang bersangkutan untuk mendapatkan penegasan atas kesediaan calon tersebut menjadi anggota kehormatan.
  • Pemberitahuan secara resmi/tertulis dikirimkan kepada calon selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sesudah pernyataan kesediaan calon tersebut di peroleh.

4. Anggota perusahaan

Jenis anggota yang terakhir yaitu anggota perusahaan adalah suatu perusahaan /organisasi yang bergerak di bidang komputer dan informatika yang mendukung kegiatan IPKIN.

Tata Organisasi

Selanjutnya di dalam tata organisasi IPKIN di lenngkapi dengan forum institusi badan sbb:

  • Rapat Anggota IPKIN, merupakan pemegang kekuasaan tertinggi pada organisasi.
  • Dewan Pengurus IPKIN, yang terdirei dari dewan pembina dewan pengurus/cabang dan dewan penngurus harian.

Kode Etik Profesi

Kode (inggris : code dan Latin : Codex) diartikan sebagai kumpulan sandi, buku, undang-undang dan kata yang diespakati dalam lalu lintas telegrafi serta susunan prinsip hidup dalam masyarakat.

Etik atau etika (Prancis:Ethicque, latin:ethic, yunani:ethos)merupakan moral filosofi, filsafat praktis dan ajaran kesusilaan menurut kamus besar bahasa indonesia terbitan Depdikbud (1988), etika mengandung pengertian sebagai ilmu tentang apa yang baik dan mana yang buruk serta hak dan kewajiban moral (akhlak).

Prinsip Dasar Kode Etik Profesi

Prinsip-prinsip dasar di dalam etika profesi dapat di jabarkan sbb:

a. Prinsip  Standar Teknis

Setiap anggota profesi harus melaksanakan jasa profesional yang relevan dengan bidang profesinya. Profesi dilakukan dengan bidang keahliannya dan dengan hati-hati. Anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan pennguasaan dari penerima jasa selam penugasan sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas.

b. Prinsip kompetisi

Setiap anggota profesi harus melaksanakan pekerjaan sesuai jasa profesionalnya dengan kehati-hatian dan ketekunan.

c. Prinsip tanggung jawab profesi

Dalam melaksanakan tanggunng jawabnya sebagai profesional, setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilaksanakan.

d. Prinsip kepentingan publik

Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak memberikan jasa profesionalnya dalam kerangka pelayanan kepada publik, mnghormati kepercayaan publik dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme.

~ oleh 12puby pada 25 Oktober 2010.

Satu Tanggapan to “ORGANISASI DAN KODE ETIKA PROFESI”

  1. Mw bertanya ni.,,,.
    ada gk Organisasi Teknik Elekto Se Indonesia??

    Seperti POPMASEPI,.,.
    Dan lain2.,.,.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: