Metode Agile


(Widodo Journal : 2006:1) Pada dekade 90-an diperkenalkan metodologi baru yang dikenal dengan nama agile methods. Metodologi ini sangat revolusioner perubahannya jika dibandingkan dengan metode sebelumnya. Agile Methods dikembangkan karena pada metodologi tradisional terdapat banyak hal yang membuat proses pengembangan tidak dapat berhasil dengan baik sesuai tuntutan user.

Metode agile adalah suatu metode konvensional untuk membangun berbagai jenis perangkat lunak dan berbagai macan tipe proyek pengembangan perangkat lunak, yang dapat melakukan pengiriman atau penyampaian hasil dari implementasi sistem melalui perangkat lunak dengan cepat.

Salah satu titik penekanan konsep Agile adalah kerja sama atau kolaborasi dan komunikasi yang simultan antara pengembang dan pelanggan.

Saat ini metodologi ini sudah cukup banyak berkembang, diantaranya adalah:

1) eXtreme Programming (XP)

2) Scrum Methodology

3) Crystal Family

4) Dynamic Systems Development Method (DSDM)

5) Adaptive Software Development (ASD)

6) Feature Driven Development (FDD)

Jika kita lihat, agile bisa berarti tangkas, cepat, atau ringan. Agility merupakan metode yang ringan dan cepat dalam pengembangan perangkat lunak. Agile Alliance mendefinisikan 12 prinsip untuk mencapai proses/tahap-tahap yang termasuk dalam agility:

1.      Prioritas tertinggi adalah memuaskan pelanggan melalui penyerahan awal dan perangat lunak yang bernilai.

2.      Menerima perubahan requirements meskipun perubahan tersebut diminta pada akhir pengembangan.

3.      Memberikan perankat lunak yang sedangdikerjakan dengan sering,beberapa min ggu atau bulan, dengan pilihan waktu yang paling singkat.

4.      Pihak bisnis dan penggembangan harus berkerja sama setiap hari selam penggembangan berjalan.

5.      Bangun proyek dengan individu-individu yang bermotivasi tinggi dengan memberikan lingkungan dan dukungan yang diperlukan, dan mempercyai mereka sepenuhnya untuk menyelesaikan pekerjaannya.

6.      Metode yang paling efektif dan efisien dala m menyampaikan informasi kepada tim pengembangan adalah dengan komunikasi langsung  face to face.

7.      Perangkat lunak yang dikerjakan merupakan pengukur utama kemajuan.

8.      Proses agile memberikan proses pengembangan  yang bias ditopang.Sponsor,pengembangan, dan user garus bias menjaga ke-konstanan langkah yang tidak pasti.

9.      Perhatian yang harus terus mennerus terhadap rangcangan dan teknik yang baik meningkatkan agility.

10.  Keserdahanaan seni untuk meminimalkan jumlah pekerjaan adalah penting.

11.  Arsitektur,requirements, dan rancangan terbaik muncul dari tim yang mengatur sendiri.

12.  Pada interval reguler tertentu,tim merefleksikan bagaimana menjadi lebih efektif,kemudian menyesuaikannya.

Kelebihan  Metode Agile

1.    Meningakatkan rasio kepuasan pelanggan.

2.    Bisa melakukan reviw pelanggan mengenai software yang dibuat lebih awal.

3.    Mengurangi resiko kegagalan implementasi software dari non-teknis.

4.    Besar kerugian baik secara material atau imaterial tidak terlalu besar jika terjadi kegagalan.

Langkah-langkah pengembangan perangkat lunak Agile adalah suatu filosofi yang mendorong kepuasan pelanggan, penyerahan hasil perangkat lunak secara bertahap, tim proyek yang kecil, metoda informal, dan proses pengembangan perangkat lunak dengan perancangan minimal namun tetap efektif. Agile membantu mempermudah para pengembang perangkat lunak untuk melakukan penyerahan produk tepat waktu dari suatu tahap operasional perangkat lunak yaitu analisa dan desain.

~ oleh 12puby pada 20 Maret 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: